GAME
THEORY DAN COMPETITIVE STRATEGY TRANSFORTASI ONLINE (GRAB DAN GOJEK) PERSPEKTIF
EKONOMI KONVENSIONAL DAN SYARIAH
OLEH
MHD. ABDULLAH AMIN HASIBUAN
ABSTRACK
In
this discussion the problem is about game theory and competitive strategies
from online transportation, namely Grab and Gojek to get customers amid the
progress of information, transportation and communication, so that there will
be an understanding of the second strategy of Transfortasi mode in the
development activities in Indonesia.
The
methodology in this discussion is descriptive, which is one type of research
whose purpose is to present a complete picture of social settings intended for
exploration and clarification of a phenomenon or social reality studied, namely
grab strategy and Gocar.
While
the purpose of this research is to find out the game theory and competitive
strategy from Grab and Gojek to reach customers in transfortasi services and
other services in addition to the exploration of forms of activity according to
conventional economics and Islamic economics.
After
the review, it was found that basically the two Transfortasi online modes
compete with each other but still prioritize excellent service in the form of
ease of ordering, convenience in vehicles, applying cash and non-cash payments,
and the most important is vehicle security. In terms of Islamic economic law
the activities carried out by the two modes of Transfortasi are not prohibited
because they do not violate the rules in the text and alhadist as long as the people
associated with them comply with the rules set by the two service providers.
Keywords: Game Theory, Competitive Strategy,
Grab, Gojek,
Tranfortasi Online, Ekonomi Syariah, Ekonomi
Konvensional.
\
A.
Pendahuluan
Era modern saat ini yang ditandai dengan kemajuan informasi dan teknologi
serta telekomunikasi dimana manusia lebih khusus ummat Islam telah di manjakan
dengan alat alat telekomunikasi yang super canggih sehingga berdampak positif
kepada gaya hidup masyarakat saat ini termasuk ummat islam meskipun tidak
tertutup kemungkinan tetap memberikan dampak negative bagi masyarakat itu
sendiri.
Salah satu dampak posistif kemajuan teknologi informasi serta
telekomunikasi adalah memudahkan setiap masyarakat untuk bepergian keluar rumah
meskipun dalam islam ketentuan kelur rumah itu memiliki aturan sebagaimana yang
tertulis dalam alquran dan Hadis Nabi Muhammad SAW.
Berkembangnya telekomunikasi yang berupa android maupun iphone memberikan
kesempatan bagi masyarakat maupun perusahaan mengembangkan transfortasi online
dimana cara pemesanan dengan menggunakan teknologi telekomunikasi yang
menggunanakan android maunpun iphone yang sejenisnya tanpa harus singgah
dipinggir jalan atau mengguanakan suara untuk memesan tranfortasi tersebut.
Hebatnya mode tranfortasi ini dikembangkan dengan fitur tertentu yang
telah di kemas sedemikian rupa untuk melacak berbagai jenis layanan yang ada
baik itu layanan tranfortasi angkutan seperti mobil, sepeda motor antar dokumen
membeli makanan dan lain sebagainya sehingga memudahkan bagi pelanggan untuk
melakukan transaksi tanpa harus capek capek kesana kemari bahkan orang yang
super sibuk sekalipun sangat efesien untuk memakai mode tranfortasi ini, inilah
yang disebut dengan transfortasi online.
Saat ini ada dua perusahaan besar yang menyediakan tranfortasi online di
Indonesia yaitu PT Grab Indonesia dan PT Gojek Indonesia dimana masing masing
perusaahaan ini telah melakukan pengembangan dalam usaha ekspansi perusahaannya
sehingga memudahkan masyarakat termasuk ummat Islam untuk menikmati berbagai
fitur kemudahan untuk melakukan transaksi dalam setiap kegiatan transfortasi
yang dilakukan oleh masyarakat.
Berbagai model game theory dan competitive strategy yang dilakukan oleh
PT Grab Indonesia dan PT Gojek Indonesia akan dibahas dalam tulisan ini yang
coba akan di elaborasi menurut ekonomi Konvensional dan Ekonomi Syariah.
B.
Kajian Teori
Dalam pembahasan ini
akan di defenisikan tentang:
a.
Teori permainan (game theory) adalah
bagian dari ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pembuatan keputusan pada
saat ada dua pihak atau lebih berada dalam kondisi persaingan atau konflik.
Pihak-pihak yang bersaing ini disumsikan bersifat rasional dan cerdas, artinya
masing-masing pihak akan melakukan strategi tindakan yang rasional untuk
memenangkan persaingan itu, dan masing-masing pihak juga mengetahui strategi
pihak lawannya. Selanjutnya pihak ini disebut pemain.[1] Menurut Ayu game theory merupakan
suatu pendekatan matematis untuk merumuskan situasi persaingan dan konflik
antara berbagai kepentingan. Game theorymelibatkan
dua atau lebih pengambil keputusan atau yang disebut pemain. Setiap pemain
dalam game theory mempunyai keinginan untuk menang.[2]
b.
Competitive Strategy atau keunggulan bersaing (competitive
advantage) adalah kemampuan yang diperoleh melalui karakteristik dan sumber
daya suatu perusahaan untuk memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan
perusahaan lain pada industri atau pasar yang sama. Ada beberapat penjelasan
para ahli tentang Competitive Strategy meliputi: Menurut Kotler dan Gary
Amstrong keunggulan
kompetitif atau keunggulan bersaing adalah keunggulan terhadap
pesaing yang diperoleh dengan menawarkan nilai lebih rendah maupun dengan
memberikan manfaat lebih besar karena harganya lebih tinggi. Penggunaan teori
ini, harus bisa mempertimbangkan aspek-aspek apa saja yang akan ditawarkan
dengan nilai rendah namun mendapatkan manfaat yang lebih besar. Misalnya
menawarkan biaya pendaftaran yang murah namun program yang dilaksanakan tetap
bagus bahkan mungkin sama dengan program yang biayanya mahal. Peran keunggulan
bersaing sangat penting dalam kinerja perusahaan. Keunggulan bersaing berasal
dari banyaknya aktivitas perusahaan dalam mendesain, memproduksi, memasarkan,
menyerahkan, dan mendukung produk atau jasa yang dihasilkan.[3]
Porter menjelaskan keunggulan bersaing terdiri atas: Pertama, Biaya Rendah (Low Cost) yaitu Strategi yang
mengandalkan keunggulan biaya yang relatif rendah dalam menghasilkan barang dan
jasa. Kedua, Deferensiasi yaitu
Kemampuan untuk menghasilkan barang dan jasa unik dan memiliki nilai lebih
dalam bentuk kualitas, sifat-sifat khusus/ ciri khas dan pelayanan lainnya.
Ketiga,
Fokus yaitu Strategi yang berusaha mencari keunggulan
dalam segmen sasaran tertentu.[4] Berdasarkan
pengertian diatas maka keunggulan bersaing tidak dapat dipahami dengan
memandang perusahaan sebagai satu keseluruhan. Keunggulan bersaing berasal dari
banyak aktivitas berlainan yang dilakukan perusahaan dalam mendesain,
memproduksi, memasarkan, menyerahkan, mendukung produknya. Masing–masing
aktivitas dapat mendukung posisi biaya relatif perusahaan dan menciptakan dasar
untuk diferensiasi. Sebagai contoh keunggulan biaya dalam perusahaan dapat
berasal dari sistem pemasaran dengan berbasis biaya murah, kegiatan operasional
yang efektif dan efisien, pembelian bahan baku yang berkualitas tinggi, dan
desain produk yang unggul.
c. Transportasi
online adalah perusahan transportasi yang menggunakan aplikasi sebagai
penghubung antara pengguna dan pengemudi yang sangat mempermudah pemesanan,
selain itu juga tarif perjalanan sudah langsung bisa dilihat pada aplikasi.
Defenisi lain disebutkan oleh doni dari Unair yang menyebitkan bahwa
Transportasi online adalah salah satu bentuk dari penyelenggaraan Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan yang berjalan dengan mengikuti serta memanfaatkan
perkembangan ilmu pengetahuan (teknologi). Hal lain juga disebutkan oleh ellen
dari Unair yang menyatakan bahwa Transportasi online adalah bentuk dari
pengembangan potensi dan peran transportasi nasional yang sekaligus mendukung
pembangunan ekonomi dan pengembangan wilayah. Dari berbagai pemaparan mengenai
transportasi online yang sudah menjamur di negara ini dapat disimpulkan
bahwa pengertian transportasi
online adalah suatu penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
yang berjalan dengan mengikuti serta memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan
(teknologi) berbasis aplikasi dan online baik untuk pemesanan maupun
pembayaran.[5]
d. Persfektif
adalah sudut pandang atau cara pandang melihat gejala sebuah keadaan di tengah
tangah masyarakat. Sejalan dengan berbagai pendapat yang dikemukakan oleh para
ahli seperti martono yang menyatakan bahwa persfektif merupakan cara pandang
terhadap suatu masalah yang terjadi, atau sudut pandang tertentu yang digunakan
untuk melihat fenomena begitu juga dengan ardianto dan q anes yang menartikan
persfektif sebagai sudut pandang kita melihat sesuatu.[6]
e. Ekonomi
Konvensional adalah sistem ekonomi dalam
aktivitas prilaku manusia dalam memenuhi kebutuhannya yang tak terbatas menggunakan
faktor-faktor produksi yang terbatas.[7]
f. Ekonomi Syariah adalah suatu sistem dalam aktivitas manusia yang berkaitan pada kegiatan
produksi, distribusi, pertukaran dan perolehan serta konsumsi barang maupun
jasa yang diilhami oleh nilai-nilai islam.[8]
C.
Metodologi
Metodologi penelitian dilakukan dengan cara Diskriptif yaitu salah satu jenis penelitian yang tujuannya untuk menyajikan gambaran lengkap
mengenai setting sosial atau dimaksudkan untuk eksplorasi dan
klarifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial, dengan jalan
mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah dan unit yang
diteliti antara fenomena yang
diuji.[9] Dalam penelitian ini,
peneliti telah memiliki definisi jelas tentang subjek penelitian dan akan menggunakan pertanyaan who dalam
menggali informasi yang dibutuhkan.
D.
Temuan
Dari pengamatan yang dilakukan ada
bebarapa temuan yang dapat dituliskan sebagai berikut:
a. Bahwa tranfortasi online sangat di
gandrungi oleh masyarakat hal ini dapat dilihat dari jumlah pemesanan yang
dilakukan oleh pelanggan terhadap grab berjumlah 2,5 juta pelanggan setiap
harinya.[10]
Begitu juga dengan gojek yang menerima pemesanan lebih dari 100 juta setiap
bulannya.[11]
b. Bahwa transfortasi online merebak
dimana mana hal ini dapat dilihat di jalanan dimana banyak sekali masyarakat
yang menggunakan mode tranfortasi ini berikut juga jumlah pengemudi yang
meluber di kota kota besar di Indonesia maupun di asia tenggara,
c. Banyaknya fitur fitur dalam
pemesanan dalam transfortasi online menjadikan mode transfortasi ini menjadi
idola ditengah-tengah masyarakat.
d. Harga yang kompetitif dan relative terjangkau
menjadikan transfortasi online sangat digandrungi.
e. Cara pemesanan yang mudah untuk
dilakukan bahkan jika tidak memiliki aplikasi atau android, iphone dan paket
data internet banyak dikalangan pelanggan yang memesan lewat teman atau saudara
bahkan orang orang yang disekitar kita memudahkan mode transfortasi ini untuk
di gunakan.
f.
Pembayaran tarif bisa dilakukan dengan tunai dan non tunai
bila dengan tunai dilakukan dengan pembayaran dengan alat tukar yang sah berupa
uang sedangkan dengan non tunai yaitu dengan memakai grap pay atau OVO maupun
Gopay yaitu sejenis uang elektronik yang lebih mudah dipergunakan tanpa harus
membayar dan meminta kembalian saat telah sampai di tujuan atau saat ketika
melakukan pembayaran.
E.
Pembahasan
a.
Strategi Tranfortasi Online
Siapa sih yang tidak kenal dengan perusahaan berbasis layanan aplikasi ini? Sebuah transportasi online yang sudah menjadi kebutuhan pokok di kota metropolitan dan beberapa kota besar lainya. Benar, ojek online adalah jasa transportasi yang sedang booming sekarang ini.
Walaupun beberapa waktu belakangan, transportasi berbasis online ini menerima tantangan besar berupa pro kontra yang terjadi saat pemerintah setempat mencabut izin operasi layanan. Namun, semua halangan tersebut justru membuat transportasi online semakin sukses bahkan bisa menjadi kebutuhan pokok di kota-kota besar, seperti Indonesia.
Ada dua hal yang perlu disorot di sini. Pertama, kesalahan perusahaan berbasis angkutan umum yang akhirnya membuat pasar beralih pada jasa transportasi online. Kalau dilihat lebih dalam, maka akar permasalahannya ada pada Strategi Marketing lama yang terus dipertahankan. Padahal pengusaha gagal disebabkan oleh pebisnis yang ngotot pada Strategi lama yang tidak mendatangkan hasil bagi perusahaan. Hal inilah yang terjadi pada beberapa penyedia jasa layanan angkutan umum atau industri taksi yang tergeser keberadaannya karena transportasi online. Harus diakui bahwa kita sudah memasuki era ekonomi global seperti saat ini, siapapun bisa masuk dengan berbagai model bisnis yang dijalankan oleh setiap orang. Khususnya bisnis yang berbasis pada internet dan teknologi yang mulai berdatangan. Akhirnya dari kondisi tersebut membuat konsumen semakin terbiasa dengan ide-ide bisnis brilian yang dilakukan oleh beberapa orang dan hal itulah yang mereka tunggu.
Aspek kedua adalah kelebihan yang bisa kita pelajari dari layanan transportasi online seperti Gojek dan Grab atau bisnis-bisnis online lainya adalah bagaimana model bisnis yang dijalankan bisa diterima masyarakat dan menyesuaikan zaman. Dalam hal ini adalah perusahaan penyedia jasa layanan tersebut, semuanya serba terhubung dengan internet.
Kemudian Strategi yang mereka gunakan sehingga bisnis online yang mereka jalankan bisa berhasil paling tidak ada 5 Strategi jitu dalam menjalankan sebuah bisnis. yakni:
1. Mengutamakan Pelanggan, Pelaku bisnis saat ini telah berhasil menebak kemauan pasar dan mau mengerti bahwa pelanggan tidak hanya terbatas pada pembeli. Dulu, pelaku bisnis hanya. Bersikap baik terhadap pembeli dan apabila mereka tidak membeli terkesan acuh dan tidak ramah. Nah, sekarang semuanya telah berubah. Pelaku bisnis, khususnya transportasi online mengartikan pelanggan adalah seorang rekan, tim bahkan raja. Karena hal itu, pelaku bisnis harus benar-benar fokus pada customer dan masyarakat umum pengguna jasa. Mereka pun harus menyadari bahwa pasar menginginkan mereka menjadi prioritas dan skala kebutuhan perusahaan. Setidaknya, hal inilah yang dilakukan oleh penyedia jasa transportasi online seperti Gojek, Grab dan Uber dalam melihat kondisi pasar saat ini. Selama ini, mungkin banyak pelanggan menghabiskan waktu untuk menunggu angkutan datang, atau mereka naik angkutan umum dengan pengemudi yang kurang ramah, ugal-ugalan dan customer tidak merasa nyaman sama sekali. Benar, banyak customer dikecewakan.
2. Harga yang Pasti, Apabila Anda melihat kemajuan para pelaku bisnis dunia maya lebih dikarenakan berhasil memberikan informasi secara jelas, pasti dan pelanggan sudah mengetahui harga sejak awal. Sehingga, tidak lagi mereka merasa gelisah dengan harga yang diberikan karena sudah jelas. tentu dari hal ini sudah kita ketahui bahwa masyarakat di era digital sudah melakukan observasi terlebih dahulu sebelum melakukan sebuah transaksi. Sehingga hal utama yang diperlukan adalah kevalidan harga sebuah produk dan tentu tanpa adanya cacat sesuai yang mereka minta.
3. Fokus pada Perbaikan, Keberhasilan transportasi online dalam merebut pasar merupakan hal yang patut kita apresiasi. Walaupun dibeberapa kota, layanan berbasis online tersebut ditentang tetapi transportasi online telah merambat kesemua sektor. Bahkan beberapa perusahan seperti Gojek tidak hanya menyediakan layanan jasa mengantar. Namun, sudah memberikan solusi bagi warga Indonesia dan beberapa kota lainnya. Bayangkan, sebanyak 10 juta orang telah mengunduh dan menikmati layanan yang mereka berikan. Bisa dikatakan, pengusaha startup yang didirikan oleh Nadiem Makarim ini adalah startup terbesar di Indonesia. Bahkan dalam proses perbaikan tersebut, Gojek telah menyediakan 15 jasa layanan, dari Go-Ride, Go-Car, Go-Food, Go-Send, Go-Mart, Go-Box, Go-Massage, Go-Clean, Go-Glam, Go-Tix, Go-Busway, Go-Pay, Go-Med, Go-Auto dan yang terbaru adalah Go-Pulsa. Nah, akibat perbaikan yang dilakukan terus menerus ini. Perusahaan-perusahaan berbasis online telah berhasil meningkatkan daya saing mereka dan meninggalkan pola-pola bisnis konvensional yang usang ditelan zaman.
4. Peka dengan Kebutuhan Pasar, Peka terhadap kebutuhan pasar dan situasi yang berjalan saat ini adalah hal yang sangat diperlukan dalam membangun bisnis. Dalam hal ini, Business Owner mempunyai peran penting dalam menentukan arah perusahaan. Sehingga ia harus membuktikan bahwa mampu membawa perusahaan bergerak ke arah yang lebih signifikan. Anda pun bisa melihat bisnis aplikasi seperti Gojek, Grab dan Uber adalah bisnis yang telah teruji membuka lapangan kerja, menyerap pekerja baru dan menjadi solusi pintar terhadap kondisi saat ini.
5. Mengejar Kesempurnaan, bahwa sebuah perusahaan tidak boleh terlalu kaku terhadap suatu pendekatan bisnis, “sekali merdeka tetap merdeka.” Tidak bisa seperti itu. Karena di era sekarang, pasar terus berubah dan bisnis yang berbasis online sudah sangat gencar untuk berkembang. Nah, apabila kita lamban dalam mengejar kesempurnaan, maka kita akan tertinggal. Pembaharuan dan penyempurnaan sebuah bisnis harus dilakukan setiap waktu, sehingga Anda bisa menciptakan sebuah trend dan pola baru dalam konsumsi masyarakat. Transportasi online bisa dikatakan sukses memperkenalkan model bisnis baru dengan mengkombinasikan teknologi dan model bisnis yang inovatif. Bagi pelanggan yang menggunakan layanan transportasi berbasis aplikasi online, berarti telah mempertimbangkan kemudahan dibanding menggunakan angkutan umum atau ojek pangkalan yang terkadang membuat pelanggan menunggu bahkan kecewa dengan pelayanan. Sedangkan untuk beberapa industri, memasuki era global dengan teknologi yang semakin canggih serta layanan internet yang begitu mudah, maka harus bisa mengubah pola pikir dan Strategi Marketing lama yang mereka jalankan. Hal tersebut menjadi pilihan yang tepat dibandingkan dengan bertahan dengan pola atau cara-cara yang lama.
b.
Strategy Grab untuk mendapatkan Pelanggan
Setelah Grab mengakuisisi Uber,
perusahaan penyedia jasa transportasi online itu tinggal berkompetisi dengan
Go-Jek di Indonesia. Ketatnya persaingan antar perusahaan memaksa kedua pihak
untuk melahirkan inovasi baru guna menarik banyak pelanggan.
Di usianya yang keenam CEO Grab
meluncurkan GrabPlatform sebagai wajah baru dari aplikasi yang berbasis di Asia
Tenggara ini. Nantinya, Grab akan menyediakan jasa antar belanjaan dalam jumlah
besar, menyajikan berita terbaru, hingga fitur permainan.
Dengan kompetisi ini akan melahirkan
inovasi baru sehingga tampil lebih baik. Ingin tahu apa saja inovasi juga
strategi yang digunakan Grab untuk bersaing dengan kompetitor lainnya antara
lain:
a)
Meluncurkan
GrabPlatform, satu aplikasi untuk segala fitur, Mengusung semangat Everday
Superapp, GrabPlatform berkomitmen untuk menjadi aplikasi yang membantu
kegiatan sehari-hari. Cukup dengan satu aplikasi, para pengguna Grab bisa
melakukan apapun yang mereka inginkan. Dengan GrabPlatform, masyarakat bisa
masyarakat bisa memesan transfortasi mobil, sepeda motor, juga bisa memesan
makanan, membaca berita, bermain game, bahkan itu bisa menjadi dompet
karena diisi dengan uang elektronik yang bisa dipergunakan untuk berbelanja di
outlet outlet yang telah menggunakan OVO. Semuanya tinggal pakai satu aplikasi.
b)
Merangkul
start-up untuk berkembang pesat, Saat ini, Grab tercatat sudah memiliki dua
milliar pengendara dengan 100 juta unduhan dan telah tersebar di delapan
negara. Dengan jaringan yang dimilikinya, Grab terbuka bagi perusahaan rintisan
(start-up) yang ingin bekerja sama. Langkah ini merupakan salah satu strategi
Grab untuk bersaing dengan kompetitor lainnya, termasuk Go-Jek.
c)
Pencairan
uang yang cepat dan mudah bagi para pengemudi, Bukan hanya fitur yang
ditingkatkan oleh Grab, perhatian mereka terhadap para pengemudi (drivers) juga
ditingkatkan. Seperti proses pencairan dana instan yang cepat bagi mereka yang
dibayar secara non-tunai. Sebagaimana pernyataan dari Ceo Grab yang mangatakan “Kami
memahami banyak mitra pengemudi yang masih enggan untuk menerima pembayaran
non-tunai karena waktu pemrosesan yang lebih lama untuk transaksi dengan kartu
kredit dan debit. Kami percaya fitur pencairan dana instan ini akan membuat
mereka semakin nyaman dengan pembayaran non-tunai," terang
Mediko Azwar selaku Marketing Director of Grab Indonesia. Dengan kata lain,
tidak perlu waktu berhari-hari bagi para pengemudi untuk mencairkan pembayaran
melalui GrabPay ataupun OVO.
d)
Tombol
SOS untuk situasi darurat bagi penumpang, Perihal maraknya tindak kriminal yang
dilakukan oleh oknum pengemudi Grab, pihak manajemen telah menambahkan tombol
SOS guna meningkatkan keamanan para penumpang. Cukup dengan dua sentuhan,
lokasi terakhir penumpang secara otomatis akan tersebar kepada teman atau
anggota keluarga. Kemudian, Grab juga menerapkan kebijakan Know Your
Driver-Partners (KYP) sebagai syarat untuk mendaftar sebagai pengemudin. Dengan
KYP, pengemudi diwajibkan untuk menyerahkan KTP, SIM, STNK, serta Surat
Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).[12]
c.
Strategy Gojek Untuk Mendapatkan Pelaanggan
Go-Jek Indonesia adalah suatu jasa transportasi yang ada di Indonesia yang beroperasi sejak tahun 2011. Go-Jek merupakan pionir penyedia jasa layanan ojek profesional. Berusaha menawarkan faktor kecepatan, keamanan, dan kenyamanan bagi para pelanggannya, Go-Jek tumbuh sebagai startup yang menjanjikan di ibukota. Untuk mengurangi permasalahan penyediaan uang tunai, Go-Jek menawarkan solusi e-wallet Go-Jek Credit. Bisa dibilang Go-Jek laksana Uber versi ojek yang cocok dimanfaatkan untuk mengantarkan barang, sarana transportasi, dan bahkan membantu kegiatan berbelanja di belantara Indonesia.
Dalam hal menarik konsumen, Go-Jek melakukan berbagai macam strategi marketing melputi:
a)
Salah satunya dalam menentukan tarif. Kegiatan
penentuan harga memainkan peranan penting dalam proses bauran pemasaran.
Keputusan penetapan harga sangat penting dalam menentukan seberapa jauh sebuah
layanan jasa dinilai oleh konsumen dan proses pembangunan citra. Penentuan
harga juga memberikan presepsi tertentu dalam hal kualitas. Dalam hal ini
Go-Jek menetapkan tarif yang cukup murah bagi pengguna jasanya sehingga
konsumen yang tadinya menggunakan ojek biasa kemudian beralih ke
Go-Jek.
b)
Strategi dalam promosi jasa. Seperti penetapan
media periklanan menggunakan media internet, sosial, brosur, radio, direct
selling, event, media partner, dan juga melalui tradisional marketing
seperti publikasi dari mulut ke mulut. Go-Jek sendiripun sudah sangat familiar
dikalangan artis sehingga dalam hal ini pihak Go-jek juga memanfaatkan artis
sebagai brand ambassador untuk menarik konsumen.
c) Membuat berbagai macam feedback yang diterima, Go-Jek memberikan banyak manfaat bagi konsumen terlihat dari berbagai macam fitur pelayanan yang ditawarkan pihak Go-Jek seperti GO-SEND, GO-RIDE, GO-FOOD, GO-MART, GO-BUSWAY, GO-BOX, GO-CLEAN, GO-GLAM, GO-MESSAGE, dapat dikatakan hal ini sangat memanjakan konsumen.
d.
Perspektif Ekonomi Konvensional dan Ekonomi Syariah
a)
Perspektif Ekonomi Konvensional
Ekonomi Konvensional
merupakan model kegiatan ekonomi yang dipakai di Indonesia saat ini melihat
Strategi bisnis yang yang dilakukan oleh pihak Grab dan Gojek sebagai dua mode
transfortasi online di Indonesia, maka strategi yang digunakan merupakan upaya
menarik konsumen agar memakai jasa mereke.
Dari segi upaya yang
dilakukan tentu memiliki plus minius bagi pengguna jasa bila kenyamanan sebagai
skala prioritas maka tergantung dari penyedia layanan itu sendiri. Di Indonesia
seorang driver transfortasi online bebas dan bisa menggunakan 2 aplikasi
sekaligus dengan mode transfortasi yang sama meskipun dari segi izin tidak
diperkanankan oleh perusahaan baik grab maupun Gojek. Jadi dari segi kenyamanan
berkenderaan relative memberikan kenyamanan bagi pelanggan.
Bahwa ekonomi
konvensional memiliki konsep mendapatkan keuntungan yang sebesarbesarnya
sebagai motif ekonomi meskipun tanpa batas namun harus melihat kompetisi dan
lawan kompetitif sehingga perlu melakukan pengukuran dengan melihat platform
yang dibuat oleh lawan tandingnya.
Secara etika ekonomi
konvensional membolehkan dan menyetujui semua platform strategi yang diciptakan
oleh transfortasi online baik grab maupun Gojek, selama platform tersebut bisa
memberikan keuntungan atau memberikan hasil berupa uang maka konvensional
membolehkannya. Prinsipnya jika jasa terjual sesuai dengan ketentuan harga yang
ditawarkan maka konvensional mengamininya.
b)
Perspektif Ekonomi Syariah
Ekonomi Syariah
merupakan prinsip ekonomi yang berdasarkan alquran dan hadis nabi Muhammad SAW,
sejatinya setiap transaksi atau kegiatan ekonomi dalam bentuk apapun selayaknya
tidak boleh melenceng dari aturan allah SWT sebagai mana yang tertulis dalam
nash alquran dan al hadist.
Konsep Game theory
dan Competitive strategy yang dilakukan oleh Mode transfortasi online saat ini
merupakan bagian dari muamalah, kalua dilihat dari perspektif hukum eekonomi
Islam bahwa dasar hukum dari muamalah itu adalah boleh kecuali ada dalil yang
melarangnya.
Selama bentuk
transaksi tersebut tidak melangar dari konsep Magrib (Maisir, Gharar, Riba) dan
prihal lain yang telah diatur dalam Nash maka selama itu pula bentuk kompetisi
dari mode kedua transfottasi online ini diperbolehkan dalam tinjauan hukum
ekonomi Islam.
Ada beberapa bentuk
strategy yang dilakukan oleh kedua mode transfortasi ini yang bisa kita
jelaskan hukumnya sesuai dengan temuan yang kita dapati dalam kegiatan
transfortasi online sebagi berikut:
1. Bahwa tranfortasi online sangat di
gandrungi oleh masyarakat hal ini dapat dilihat dari jumlah pemesanan yang
dilakukan oleh pelanggan terhadap grab berjumlah 2,5 juta pelanggan setiap
harinya.[13]
Begitu juga dengan gojek yang menerima pemesanan lebih dari 100 juta setiap
bulannya. Penjelasan hal ini dari segi hukum muamalah bahwa setiap susuatu itu
boleh selama tidak ada dalil yang melarangnya
2. Bahwa transfortasi online merebak
dimana mana hal ini dapat dilihat di jalanan dimana banyak sekali masyarakat
yang menggunakan mode tranfortasi ini berikut juga jumlah pengemudi yang
meluber di kota kota besar di Indonesia maupun di asia tenggara,
3. Banyaknya fitur fitur dalam
pemesanan dalam transfortasi online menjadikan mode transfortasi ini menjadi
idola ditengah-tengah masyarakat. Selama fitur ini tidak mengandung kemaksiatan
maka boleh saja saat ini ada fitur yang mungkin perlu ditegaskan hukumnya yaitu
fitur Go massage atau pemesanan untuk massage atau kusuk. Dalam islam tidak
mengatur tentang kusuk atau urut melainkan dalam islam yang diperbolehkan
adalah bekam dimana bekam merupakan bagian dari pengobatan ala rasulullah SAW.
4. Harga yang kompetitif dan relative
terjangkau menjadikan transfortasi online sangat digandrungi. Memahami kemauan
pelanggan merupakan bagian dari kreatifitas, Islam menghargai kreatifitas sebab
dalam alquran disebutkan sebagai berikut:
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ
وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ
إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ
تَعْمَلُونَ
Dan
Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang
mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah)
Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada
kamu apa yang telah kamu kerjakan.[14]
g. Cara pemesanan yang mudah untuk
dilakukan bahkan jika tidak memiliki aplikasi atau android, iphone dan paket
data internet banyak dikalangan pelanggan yang memesan lewat teman atau saudara
bahkan orang orang yang disekitar kita memudahkan mode transfortasi ini untuk
di gunakan. Dalam islam konsep tolong menolong sebagai identitas seorang muslim
yang dianjurkan sebagaimana firman allah:
وَتَعَاوَنُوا
عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Dan
tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan
tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada
Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.[15]
h. Pembayaran tarif bisa dilakukan
dengan tunai dan non tunai bila dengan tunai dilakukan dengan pembayaran dengan
alat tukar yang sah berupa uang sedangkan dengan non tunai yaitu dengan memakai
grap pay atau OVO maupun Gopay yaitu sejenis uang elektronik yang lebih mudah
dipergunakan tanpa harus membayar dan meminta kembalian saat telah sampai di
tujuan atau saat ketika melakukan pembayaran. Perspektif ekonomi Syariah
membolehkan model transfortasi ini baik dari segi mode tranfortasi maupun model
transaksi jual beli. Banyak kalangan yang meragukan penggunaan pembayaran non
tunai yang lebih murah ketimbang tunai tetapi dalm islam hal ini di bolehkan
dengan aqad jual beli salam. Akad salam merupakan
transaksi menggunakan uang dibayar tunai, barang menyusul. Hanya saja, objek
transaksi akad salam adalah barang. Konsumen beli barang, uangnya dibayar tunai
di depan, namun barang datang satu atau dua bulan kemudian.
Masyarakat kita banyak melakukan transaksi ini, seperti e-Toll atau
e-money untuk pembayaran beberapa layanan yang disediakan oleh penyelenggara
aplikasi. Akadnya adalah jual beli, dengan uang dibayarkan di depan, sementara
manfaat/layanan baru didapatkan menyusul sekian hari atau sekian waktu
kemudian. Ibnul Mundzir mengatakan, ‘Para ulama yang saya kenal sepakat bahwa
akad salam hukumnya boleh.’ Karena barang adalah salah satu objek transaksi,
sehingga boleh ditangguhkan sebagaimana pembayaran. Sebagaimana ini berlaku
pada barang, ini juga berlaku untuk jasa. Sehingga boleh saja bagi konsumen
yang memiliki credit pada Gopay pada gojek dan Ovo pada Grab untuk mendapatkan
diskon.[16]
F. Kesimpulan
Bahwa game Theory yang dilakukan oleh Grab dan gojek sebagai Mode
Transfortasi Online saat ini cenderung masih sama yaitu mengutamakan kemudah
bagi pelangan, pemberian keamanan bagi penumpang serta pelayanan prima bagi
pelanggan sesuai dengan standart operasional dari perusahaaan masing masing.
Sedangkan Competitive strategy yang di gunakan berkutut pada penambahan
fitur fitur kemudahan dalam pemesanan, banyaknya menu pada aplikasi sehingga
perusahaan bukan hanya mendapat keuntungan dari kegiatan transfortasi saja
melainkan juga dari fitur lain yang disediakan di aplikasi.
Pembayaran tarif yang dilakukan oleh penumpang melalui transaksi uang
elektronik dalam bentuk ovo atau gopay memberikan kemudahan bagi penumpang
sehingga penumpang maupun pengemudi tidak harus mencari kembalian terlebih
mesti menukarkan uang sebagaimana yang dilakukan bila transaksi menggunakan
uang tunai.
Secara hukum islam kegiatan yang dilakukan oleh kedua mode transfirtasi
ini diperbolehkan selama tidak ada nash yang yang melarangnya secara kenyataaan
transaksi tidak ada yang dilarang selama semua pihak taat pada peraturan yang
telah ditetapkan oleh penyedia aplikasi yaitu pihak grab dan pihak Gocar.
G. Referensi
Alquran al karim daam
tafsirq.com.
Dimyati
T.T. dan Dimyati A. Operation Research:
Model-model Pengambilan
Keputusan, Bandung: CV.
Sinar Baru Bandung: 1992.
Media
Ayu Anugrah, Pengantar Research
Operationa, Jakarta: Rineka Cipta,
1996.
Kotler,
Philip dan Armstrong, Gary, Principles of
Marketing. New Jersey:
Prentice Hall, 2012.
https://belajarpsikologi.com/pengertian-transportasi-online/ di akses hari
kamis
tanggal
28 Fenruari 2019.
http://www.definisimenurutparaahli.com/pengertian-perspektif-atau-sudut-pandang/, kamis tanggal
28 Fenruari 2019.
http://alihanafiah89.blogspot.com/2010/05/definisi-ekonomi-konvensional.html,
kamis
tanggal 28 Fenruari 2019
http://ilmuekonomis.blogspot.com/2015/02/pengertian-ekonomi-konvensional-dan.html, kamis tanggal
28 Fenruari 2019
Penelitian
Deskriptif. Diakses 28 Februari 2019.
https://www.grab.com/id/press/business/grab-rayakan-ulang-tahun-ke-5-dan-pencapaian-signifikan-pengguna/, kamis tanggal
28 Fenruari 2019
https://tekno.kompas.com/read/2017/12/18/07092867/berapa-jumlah-pengguna-dan-pengemudi-go-jek., kamis tanggal
28 Fenruari 2019
https://www.idntimes.com/news/indonesia/vanny-rahman/bersaing-ketat-dengan-go-jek-ini-4-jurus-ampuh-grab/full, kamis tanggal
28 Fenruari 2019.
https://www.grab.com/id/press/business/grab-rayakan-ulang-tahun-ke-5-dan-pencapaian-signifikan-pengguna/
https://islampedia.id/apakah-riba-jika-menggunakan-fitur-go-pay-dari-go-jek-acac1b7ce912, Diakses 28 Februari 2019.
[1] Dimyati T.T. dan Dimyati A. Operation Research: Model-model Pengambilan
Keputusan, (Bandung: CV. Sinar Baru Bandung : 1992), h. 75.
[2] Media Ayu Anugrah,.Pengantar Research Operationa, (Jakarta:
Rineka Cipta, 1996), h. 70.
[3] Kotler, Philip dan
Armstrong, Gary, Principles of Marketing.
(New Jersey: Prentice Hall, . 2012), h. 35.
[4] Ibid.
[5] https://belajarpsikologi.com/pengertian-transportasi-online/ di akses hari kamis tanggal 28
Fenruari 2019.
[6]http://www.definisimenurutparaahli.com/pengertian-perspektif-atau-sudut-pandang/, kamis tanggal 28 Fenruari 2019
[7]http://alihanafiah89.blogspot.com/2010/05/definisi-ekonomi-konvensional.html, kamis tanggal 28 Fenruari 2019
[8]http://ilmuekonomis.blogspot.com/2015/02/pengertian-ekonomi-konvensional-dan.html, kamis tanggal 28 Fenruari 2019
[9] Penelitian Deskriptif. Diakses 28
Februari 2019.
[10]https://www.grab.com/id/press/business/grab-rayakan-ulang-tahun-ke-5-dan-pencapaian-signifikan-pengguna/, kamis tanggal 28 Fenruari 2019
[11]https://tekno.kompas.com/read/2017/12/18/07092867/berapa-jumlah-pengguna-dan-pengemudi-go-jek., kamis tanggal 28 Fenruari 2019
[12]https://www.idntimes.com/news/indonesia/vanny-rahman/bersaing-ketat-dengan-go-jek-ini-4-jurus-ampuh-grab/full, kamis tanggal 28 Fenruari 2019.
[13]https://www.grab.com/id/press/business/grab-rayakan-ulang-tahun-ke-5-dan-pencapaian-signifikan-pengguna/
[14] Alquran surah ke 9 (Attaubah)
ayat 105.
[15] Alquran Surah ke 5 (al Maidah)
ayat 5
[16]https://islampedia.id/apakah-riba-jika-menggunakan-fitur-go-pay-dari-go-jek-acac1b7ce912, diakses hari kamis tangggal 28
Februari 2018.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar