BACAAN TALBIYAH, SHOLAWAT DAN DOA
لَبَّيْكَ اَللَّهُمَّ
لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ
لَكَ وَالْمُلُكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ
اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اَللَّهُمَّ اِنَّا
نَسْاَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ
رَبَّنَا اَتِنَا
فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَاعَذَابَ النَّارِ,
وَاَدْخِلْناَ الْجَنَّةَ مَعَ الْاَبْرَارِ, يَاعَزِيْزُ يَاغَفَّارُ يَارَبَّ
الْعَالمَيِنَ
Labbaik Allãhumma labbaik, labbaika lã
syarìka laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka walmulka, lã syarìkalak.
Allãhumma salli wa sallim ‘alã
sayyidinã Muhammad wa’alã ‘ãli sayyidinã Muhammad
Allãhumma innã nas ‘aluka ridãka
waljannata wana’ûzubika min sakhatikawannãr. Rabbanã ãtinã fiddun-yã hasanatan
wal fil ãkhirati hasanatan waqina aźãbannãr
Wa adkhilnal jannata ma’al abrãr, yã ‘azizu
ya gaffaru yã rabbal ‘ãlamîn
Artinya :
Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya
Allah, aku datang memenuhi panggilan Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang
memenuhi panggilan Mu, sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan
adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.
Ya Allah limpahkanlah rahmat dan
keselamatan kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya
Ya
Allah, sesungguhnya kami memohon keridoan-Mu dan surga, kami berlindung
kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka. Wahai Tuhan kami, berilah kami
kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa
neraka.
Dan
Masukkanlah kami ke dalam syurga bersama orang-orang yang berbuat baik, wahai
Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun dan Tuhan yang menguasai seluruh Alam
HAJI DAN UMRAH
A.
PENGERTIAN HAJI
DAN UMRAH
Haji menurut bahasa (lugat) berarti sengaja datang menjiarahi atau
menuju ke suatu tempat. Haji menurut syarak (istilah) sengaja mengunjungi
Baitullah di Makkah dengan niat beribadah pada waktu tertentu, syarat-syarat
dan dengan cara tertentu.
Hukum menunaikan ibadah haji adalah fardhu ‘ain bagi setiap muslim
atau muslimah yang telah memenuhi syarat wajibnya. Dalil wajibnya adalah hadits
yang menegaskan bahwa haji termasuk rukun Islam yang kelima dan firman Allah SWT.
dalam Alqur’an surat Ali Imran ayat 97.
ÏmÏù 7M»t#uä ×M»uZÉit/ ãP$s)¨B zOÏdºtö/Î) ( `tBur ¼ã&s#yzy tb%x. $YYÏB#uä 3 ¬!ur n?tã Ĩ$¨Z9$# kÏm ÏMøt7ø9$# Ç`tB tí$sÜtGó$# Ïmøs9Î) WxÎ6y 4 `tBur txÿx. ¨bÎ*sù ©!$# ;ÓÍ_xî Ç`tã tûüÏJn=»yèø9$# ÇÒÐÈ
Artinya :
padanya terdapat tanda-tanda yang nyata (diantaranya) maqam Ibrahim (215)
barangsiapa memasukinya (baitullah itu) menjadi amanlah Dia; mengerjakan haji
adalah kewajiban manusia terhadap Allah. Yaitu (bagi) orang yang sanggup
mengadakan perjalanan ke Baitullah (216) barangsiapa mengingkari (kewajiban
haji). Maka sesungguhnya Allah Maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari
semesta alam (QS. Ali Imran : 97).
Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu
bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa
mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak
membutuhkan sesuatu) dari semesta alam.
Haji mulai di wajibkan pada tahun ke 9 hijrah yakni setelah Islam berkembang dan memperoleh kemajuan di
Madinah. Menunaikan ibadah haji yang kedua kali dan seterusnya hukumnya adalah
sunnah. Hal ini sesuai dengan penegasan rasulullah SAW yang artinya.
Dari Ibnu Abbas
r.a. bahwasanya Aqra bin Haabis : ya rasulullah ! Apakah haji itu wajib
dikerjakan tiap-tiap tahun. Ataukah cukup sekali saja. Rasulullah menjawab,
yang wajib hanya satu kali saja. Maka barangsiapa yang menambahkannya
(menunaikan haji yang kedua dan seterusnya) itu adalah sunnah
Haji anak-anak yang belum baligh (belum cukup) umur dan hamba, keduanya sah mengerjakan haji dan Umrah,
akan tetapi hajinya itu berupa sunnah yang tidak menggugurkan kewajiban atas
dirinya. Apabila anak-anak tersebut
sudah sampai umur atau hamba
sudah merdeka, maka keduanya wajib megerjakan haji kembali.
B.
SYARAT WAJIB
HAJI
Orang-orang yang diwajibkan menunaikan ibadah haji hanyalah yang
telah memenuhi syarat-syarat wajibnya saja yaitu :
1.
Beragama Islam
2.
Berakal sehat
3.
Baligh yakni
telah sampai umur sehingga dapat membedakan mana benar dan mana salah
4.
Merdeka bukan
hamba sahaya
5.
Kuasa atau
mampu mengerjakan (istitho’ah)
Istitho’ah mempunyai pengertian sebagai berikut :
1.
Mempunyai bekal
yang cukup untuk keperluan perjalanan dan biaya hidup selama beribadah haji
serta biaya hidup bagi keluarganya yang ditinggalkan.
2.
Ada kenderaan
untuk mengerjakan ke Makkah. Demikian pula kembalinya, apakah milik
sendiri maupun kepunyaan orang lain
dengan cara menyewa. Ini berlaku bagi orang yang jauh dari Makkah.
3.
Aman selama
perjalanan, sehingga terjamin jiwa dan calon haji , untuk menjamin jiwa dan
harta calon haji wanita, maka menjadi syarat wajib baginya pergi bersama
suaminya, atau muhrimnya.
C.
RUKUN HAJI
Dalam
ibadah haji rukun haji (fardhu haji) dibedakan dengan wajib haji . Rukun haji
yaitu suatu perbuatan yang apabila tidak dilakukan tidak sah hajinya. Perbuatan
itu tidak boleh digantikan dengan dam. Sedangkan wajib haji adalah suatu
perbuatan yang perlu dikerjakan, tetapi sahnya haji itu tidak tergantung
atasnya, karena boleh diganti dengan dam (denda) yaitu menyembelih binatang.
Rukun
haji ada enam macam yaitu :
1.
Ihram, yaitu
niat mengerjakan haji sambil mengenakan pakaian Ihram
2.
Wukuf (hadir)
di arafah. Doa yang dibaca :
رَبَّنَااَتِنَافِى
الدُّنْيَا حَسَنَة وَفِى الْاَخِرَةِ حَسَنَة وَقِنَاعَذَابًاالنَّارِ
Wahai Tuhan
kami, karuniakanlah kepada kami segala kebaikan di dunia dan di akhirat serta jauhkanlah kami dari siksa
nereka.
3.
Sa’i yakni
berlari-lari kecil antara safa dan marwa
4.
Mencukur dan
menggunting rambut (tahallul)
5.
Tertib yaitu
mngerjakan rukun-rukun haji diatas
sesuai dengan urutannya.
D.
WAJIB HAJI
Wajib haji
adalah pekerjaan-pekerjaan yang wajib dikerjakan dalam ibadah haji, bila salah
satu diantaranya tertinggalkan (tidak dikerjakan) maka dapat digantikan dengan
membayar dam (denda), menyembelih binatang maka ibadah hajinya dianggap sah.
Yang termasuk wajib haji adalah :
1.
Ihram dari
miqat
2.
Bermalam di
mudzdalifah
3.
Melontar Jumrah
aqobah
4.
Bermalam di
Mina
5.
Melontar tiga Jumrah
6.
Thawaf wada’
7.
Meninggalkan perbuatan
yang haram
E.
SUNAT DAN CARA
MENGERJAKAN HAJI
1.
SUNAT HAJI
Sunnat haji yaitu perbuatan yang dikerjakan sebagai usaha untuk
menyempurnakan rukun dan wajib haji.
Bila diantara sunat haji ada yang tertinggal maka tidak berpengaruh terhadap
hajinya dan jika dikerjakan tentu mendapat pahala dan kesempurnaan. Diantara
pekerjaan yang disunnah itu adalah :
a.
Mandi ketika
hendak Ihram
b.
Membaca
talbiyah dengan suara nyaring nagi laki-laki dan suara yang pelan bagi
perempuan. Lafaz talbiyah sebagai
berikut :
لَبَّيْكَ اَللَّهُمَّ
لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ
لَكَ وَالْمُلُكَ
لاَشَرِيْكَ لَكَ
Aku
penuhi penggilan Mu ya Allah. Aku penuhi panggilan Mu dan aku taat pada mu.
Sesunggunhya pujian karunia dan kerajaan itu adalah milik-Mu tiada sekutu bagi
Mu.
c.
Membaca
sholawat dan memberdoa setela talbiyah
d.
Melaksanakan
thawaf qudum (thwaf tahniyah) sebagai penghormatan terhadap ka’bah
e.
Membaca zikir
atau doa sewaktu thawaf
f.
Salat dua
rakaat sesudah thawaf
g.
Masuk ke ka’bah
dan di dalamnya, apabila tidak bisa disunnahkan memasuki hijir ismail
h.
Memimum air
zam-zam. Doa yang dianjurkan adalah :
اَللَهُمَّ اِنَّ اَسْاَلُكَ
عِلْمًا نَافِعَا وَرِزْقًا وَاسِعَا مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَسَقَمْ بِرَحْمَتِكَ يَاَرْحَمَ
الرَّاحِمِينَ
Ya Allah ku mohon pada Mu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rezeki
yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit
dengan rahmat Mu. Ya Allah tuhan yag maha pengasih dari segenap yang
maha pengasih.
i.
Berdoa di
multazam
j.
Ziarah ke makam
rasulullah setelah selesai melaksanakan ibadah haji.
2.
Cara
mengerjakan haji
Pada bulan Zulhijjah umat Islam dari seluruh penjuru dunia
berdatangan ke
kota Makkah untuk melaksanakan ibadah. Akan tetapi karena keterbatasan waktu
dan jauh perjalanan ada tiga cara yang diperbolehkan melakasnakan ibadah haji
dan umrah yaitu :
A.
Cara
ifrad
Ifrad ialah mengerjakan haji terlebih dahulu sampai selesai,
setelah itu baru mengerjakan ibadah Umrah. Ifrad merupakan cara menunaikan
ibadah haji dan Umrah terbaik dibanding dengan dua cara lainnya serta tidak
dikenaikan dam. Urutan-urutan ifrad ini adalah sebagai berikut :
1)
Ihram untuk
haji dari Miqat
2)
Setelah selesai
sholat sunah Ihram, lalu berangkat menuju Makkah sambil membaca talbiyah
3)
Melaksanakan
thawaf qudum
4)
Setelah selesai
thawaf lalu sa’I, namun sa’I ini boleh dikerjakan kemudian setelah thawaf
ifadah.
5)
Tanggal 4 Zulhijjah
berangkat menuju arafah, melalui mina dengan menginap semalam. Tanggal 9
zulhijjah pagi melanjutkan perjalanan ke Arafah
6)
Tangal 9 Zulhijjah
melaksanakan wukuf di Arafah sampai terbenam matahari (waktu maghrib)
7)
Setelah selesai
wukuf di Arafah, lalu berangkat menuju Muzdalifah dan bermalam (mabit)
disana sambil mengambil batu kerikil
sebanyak 70 buah untuk melontar jUmrah
lalau berangkat ke Mina.
8)
Setelah tiba di
mina lalu melontar Jumrah Aqobah, pada tanggal 10 Zulhijjah, menyembelih hewan
qurban dan menyembelih hewan untuk dam
(denda) bagi yang harus membayar dam.
9)
Setelah selesai
melontar Jumrah Aqobah, lalu bercukur atau menggunting rambut sebagai tahallul
pertama dan malam harinya tetap menginap di Mina.
10)
Pada tanggal
11, 12, dan 13 zulhijjah melontar tiga Jumrah yakni Jumrah Ula, Wusta, dan Aqobah
bagi yang melaksanakan nafar sani, dan stelah selesai berangkat lalu berangkat
ke Makkah, namun bagi yang melaksanakan napar awal melontar jumrah hanya sampai
tanngal 12 Zulhijjah, karena pada tanggal tersebut yakni sebelum maghrib harus
sudah meninggalkan mina menuju Makkah.
11)
Setelah tiba di
Makkah lalu mengerjakan thawaf ifadah.sa’I, dan mencukur atau bergunting rambut
tahallul kedua dan selesai ibadah haji.
12)
Setelah selasai
haji, lalu mengerjakan Umrah, caranya mula-mula tan’im, atau ja’ronah (diluar
Makkah) untuk melaksanakan Ihram Umrah. Kemudian kembali ke Makkah melaksanakan
thawaf dan sa’I serta mencukur atau menggunting rambut, sampai disini selesai
ibadah Umrah.
13)
Tatkala akan
meninggalkan Makkah, hendaknya melaksanakan Thawaf wada’.
B.
Cara
Tamattu’
Tamattu’ ialah
mngerjakan ibadah Umrah terlebih dahulu sampai selesai. Setelah itu baru
melaksanakan ibadah haji. Orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah dengan
cara tamattu’ dekenakan dam (denda)
Urutan -urutan
cara tamattu’ ini sebagai berikut :
1)
Ihram untuk umrah
dari miqat
2)
Berangkat
menuju makkah, sambil membaca talbiyah
3)
Setelah tiba di
Makkah lalu melaksanakan serangkaian ibadah untuk Umrah yaitu thawaf, sa’I, dan
mencukur/menggunting rambut (tahallul). Sampai disini selesailah ibadah
urmrahnya dan kembali berpakaian biasa.
4)
Pada tanggal 8
zulhijjah melaksanakan Ihram untuk haji dari pondokannya masing-masing. Lalu
berangkat menuju arafah.
5)
Pekerjaan-pekerjaan
selanjutnya sama dengan cara ifrad, hanya sesudah tahallul kedua tidak umrah
lagi.
C.
Cara
Qiran
Qiran yaitu melakukan ibadah dan umrah dalam satu niat, serta
mengerjakan pekerjaan-pekerjaan haji dan Umrah secara bersamaan. Urutan urutan
pelaksanaan cara qiran ini sesuai dengan cara ifrad, hanya bedanya adalah
sebagai berikut :
1)
Ihram dari
miqat, diniatkan bahwa Ihram, thawaf,
dan sa’I sekaligus untuk haji dan Umrah.
2)
Lafadz niat
haji qiran
لَبَّيْكَ
اَللَّهُمَّ حَجًا وَعُمْرَةَ
Aku Penuhi
panggilan Mu ya Allah untuk behaji dan ber-Umrah.
3)
Setelah
tahalllul kedua tidak melakukan Umrah lagi.
Melaksanakan
haji qiran harus membayar denda (dam) yaitu menyembelih seekor kambing yang sah
untuk qurban, bila tidak sanggup, ia wajib puasa tiga hari selama di tanah
haram dan tujuh hari setelah pulang kenagaranya
F.
LARANGAN BAGI
ORANG YANG DALAM IHRAM HAJI
Larangan yang harus ditinggalkan oleh orang-orang yang sedang dalam
haji dan umrah, bagi laki-laki maupun perempuan adalah sebagai berikut :
1.
Dilarang bagi
laki-laki memakai pakaian berjahit
2.
Dilarang bagi
laki-laki yang sedang berihram menutup kepala
3.
Dilarang bagi
perempuan menutup muka dan kedua telapak tangan.
4.
Pada waktu Ihram
laki-laki dan perempuan dilarang memakai harum-haruman baik pada badan maupun pada pakaian.
Sedangkan sewaktu akan Ihram diperbolehkan
5.
Dilarang bagi
laki-laki dan perempuan menghilangkan atau mencukur rambut atau bulu badan yang
lain.
6.
Dilarang
menikah atau menikahkan, atau menjadi wali dalam akad nikah
7.
Dilarang
bersetubuh, firman Alllah QS. Al Baqarah : 197,
kptø:$# Ößgô©r& ×M»tBqè=÷è¨B 4 `yJsù uÚtsù ÆÎgÏù ¢kptø:$# xsù y]sùu wur XqÝ¡èù wur tA#yÅ_ Îû
Ædkysø9$# 3 $tBur (#qè=yèøÿs? ô`ÏB 9öyz çmôJn=÷èt ª!$# 3 (#rߨrts?ur cÎ*sù uöyz Ï#¨9$# 3uqø)G9$# 4 Èbqà)¨?$#ur
Í<'ré'¯»t É=»t6ø9F{$# ÇÊÒÐÈ
Artinya :
Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang
menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh
rafas, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan
apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya.
Berbekallah, dan sesungguhnya
sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada ku hai orang-orang
yang berakal. (QS. Al Baqarah : 197)
8.
Dilarang
memburu dan mebunuh binatang darat yang
liar dan halal dimakan, firman Allah QS. Al-Maidah-96
¨tPÌhãmur… öNä3øn=tæ ßø|¹ Îhy9ø9$# $tB óOçFøBß $YBããm 3 (…
Artinya :
… Dan diharamkan atas kamu memburu binatang darat selama kamu dalam
Ihram… (QS. Al Baqarah : 96)
G.
DAM (DENDA)
DALAM HAJI
Dam adalah denda yang wajib ditunaikan oleh orang selama menunaikan
ibadah haji dan umrah, melanggar larangan haji atau meninggalkan pekerjaan
wajib haji. Macam -macam dam/denda sebagai berikut :
1.
Dam karena
bersetubuh/bersenggama dalam keadaan Ihram sebelum tahallul
a.
Menyembelih
seekor unta, seekor lembu/kerbau atau 7 ekor kambing.
b.
Apabila tidak
mampu maka wajib memberi sedekah atau makan kepada fakir miskin seharga seekor
unta.
c.
Apabila tidak
mampu bersedekah (poin b) maka ia harus berpuasa, tiap-tiap (0,8 kg), dari
harga unta ditukar dengan puasa 1 hari.
2.
Dam karena
mengerjakan salah satu larangan berikut :
a.
Mencukur rambut
minimal 3 helai
b.
Memotong kuku
c.
Memakai pakaian berjahit (bagi laki laki)
d.
memakai minyak
rambut
e.
memakai
wangi-wangian/harum haruman.
f.
Mengadakan
hubungan kelamin setelah tahallul pertama maka dendanya adalah mimilih tiga
hal, yaitu :
i.
Menyembelih
seekor kambing
ii.
Puasa tiga hari
iii.
Bersedekah
sebanyak tiga gantang (9,3 liter) makanan kepada 6 orang fakir miskin.
3.
Dam Karena
berburu atau membunuh binatang buruan/binatang liar.
a.
Menyembelih
binatang yang sebanding dengan binatang yang di buru atau binatang yang
dibunuh.
b.
Memberi sedekah
kepada fakir miskin sebanyak harga binatang tersebut.
c.
Melakukan puasa
sebanyak harga binatang tersebut satu mud (0,8 kg) wajib berpuasa 1 hari.
4.
Dam karena
melakukan haji tamattu’ atau haji qiran.dendanya adalah :
a.
Menyembelih seekor kambing
b.
Jika tidak
mampu menyembelih kambing ia wajib berpuasa 10 hari, yaitu tiga hari dikerjakan
di tanah haram, dan tujuh hari di kerjakan setelah kembali ke tanah airnya.
5.
Dam karena
terlambat sesuatu, misalnya tidak
menemui jalan lagi untuk mengerjakan haji dan Umrah, maka wajib menyembelih
kambing di tempat itu juga boleh bertahallul.
H.
UMRAH
a.
Pengertian Umrah
dan Hukumnya
Menurut logika kata/bahasa Umrah berarti ziarah. Menurut istilah
syarak Umrah adalah berziarah ke ka’bah dan Makkah untuk melaksanakan hal-hal
yang termasuk rukun dan wajib Umrah. Hukum melaksanakan ibadah Umrah adalah
fardhu ‘ain bagi setiap muslim/muslimah yang telah memenuhi syarat-syarat
wajibnya, sekali dalam seumur hidup
b.
Syarat, wajib
dan rukun Umrah
Syarat untuk
mengerjakan umrah sama dengan syarat untuk mengerjakan haji. Sedangkan rukunya
adalah sebagai berikut :
1)
Ihram
2)
Thawaf
3)
Sa’i
4)
Mencukur rambut
atau memotongnya sebagian (tahallul)
5)
Tertib
Wajib
umrah hanya satu yaitu memulai Ihram dari
miqat.
c.
Cara
Melaksanakan Ibadah Umrah
Urutan
pelaksanaan ibadah umrah adalah sebagai berikut :
1)
Ihram dari miqat,
kemudian salat sunnat Ihram dua rakaat
2)
Menuju Makkah
dengan membaca talbiyah
3)
Melakukan
thawaf dalam masjidil haram sebanyak tujuh kali putaran, setelah itu di
sunnahkan salat dua rakaat di makam Ibrahim.
4)
Melakukan sa’I,
(lari-lari antara buki safa dan marwa)
sebanyak tujuh kali pulang pergi
5)
Tahallul dengan
menggunting rambut, sekurang-kurangnya tiga helai rambut
d.
Larangan dalam
haji dan umrah.
Dalam mengerjakan haji dan umrah, jamaah dilarang mengerjakan
beberapa hal. Larangan tersebut berlaku sejak jamaah memulai Ihram sampai
dengan tahallul. Beberapa larangan tersebut adalah
1)
Melakukan
hubungan seks atau segala perbuatan yang menyebabkannya.
2)
Melakukan
perbuatan yang maksiat dan tercela
3)
Bertengkar
dengan orang lain
4)
Memakai pakaian
berjahit bagi laki-laki
5)
Memakai khuff
(kaos kaki atau sepatu yang menutupi mata kaki)
6)
Menikah
(melakasanakan akad nikah)
7)
Memotong kuku
8)
Mencukur atau
mencabut rambut
9)
Memakai pakaian
yang dicelup dan berbau harum
10)
Membunuh
binatang
11)
Memakan daging
buruan
I.
HIKMAH HAJI DAN
UMRAH
Dalam melaksanakan ibadah haji dan umrah terkandung hikmah yang
sangat besar . diantaranya adalah :
a.
Ibadah memupuk jiwa
yang tinggi. Barang siapa yang mengerjakan ibadah haji dengan niat ikhlas pasti
mengalami rasa haru yang dalam, yang akan menambah kesadaran dan keinsyafan
sebagai hamba Allah yang kecil dan alam raya yang diciptakannya.
b.
Ibadah haji
merupakan tindak lanjut pembetulan sikap budi dan akhlak yang mulia. Orang yang
melakukan ibadah ialah orang yang sedang melatih displin diri, karena ia harus
melakukan tiap-tiap amalan haji itu sesuai dengan urutan yang telah ditentukan.
c.
Ibadah haji
adalah pernnyataan umat Islam seluruh dunia menjadi umat yang satu karena
mempunyai persamaan dan satu akidah. Mereka berkumpul ditempat yang sama dengan
niat yang sama dan mengerjakan tindakan-tindakan yang sama pula, karena mereka
sama-sama makhluk Allah yang mempunyai kewajiban untuk tunduk dan patuh
kepadaNya. Dengan sendirinya dalam mengerjakan ibadah haji ini terbinalah rasa
persamaan dan persaudaraan
d.
Ibadah haji
merupakan muktamar terbesar umat Islam sedunia, yang pesertanya berdatangan
dari seluruh dunia dengan menjadikan ka’bah sebagai symbol dan lambang kesatuan dan persatuan.
e.
Ibadah haji
dapat menumbuhkan semangat berkorban, karena ibadah haji dan Umrah banyak
meminta pengorbanan.
f.
Mengenal dan melihat tempat-tempat bersejarah seperti
ka’bah, bukit safa- marwa, sumur zam zam, makkah, mina dan sebagainya
TAMATTU’ عمرة حج RUKUN WAJIB RUKUN WAJIB 1.
IHRAM 2.
THAWAF 3.
SA’I 4.
TAHALLUL 5.
TERTIB 1.
Berihram di miqat makani 2.
Meninggalkan segala
larangan sewaktu ihram (dalam
keadaan ihram) 1.
IHRAM 2.
WUQUF 3.
THAWAF 4.
SA’I 5.
TAHALLUL 6.
TERTIB 1.
Berniat di miqat makani 2.
Bermalam di Muzdalifah 3.
Melontar jumrah Ula, Wushto,
dan Aqabah (tgl, 11,12 dan 13) 4.
Meninggalkan semua
larangan sewaktu ihram
LAFAZ LAFAZ YANG PERLU DIINGAT
1.
NIAT TAYAMMUM
نَوَيْتُ
التَّيَمُّمَ لِاِسْتبَاحَةِ الصَّلَاةِ ِللهِ تَعَلَى
Saya berniat tayammum untuk dapat sholat karena Allah Ta’ala
2.
NIAT UMRAH
نَوَيْتُ
الْعُمْرَةَ وَاَحْرَمْتُ بِهَا ِللهِ تَعَلَى لَبَّيْكَ اللّهُمَّ بِعُمْرَةٍ
Saya berniat
umrah dan saya ihram dengannya karena Allah Ta’ala, kupenuhi panggilan – Mu ya
Allah dengan umrah.
3.
NIAT HAJI
نَوَيْتُ الْحَجَّ وَاَحْرَمْتُ بِهِ ِللهِ
تَعَلَى لَبَّيْكَ اللّهُمَّ بِحَجِّ
Saya
berniat umrah dan saya ihram dengannya karena Allah Ta’ala, kupenuhi panggilan
– Mu ya Allah dengan haji.
4.
NIAT THAWAF
نَوَيْتُ الطَّوَّفَ
بِهَذَا الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ سَبْعَةِ اَشْوَاطِ ِللهِ تَعَلى
Saya niat thawaf di Baitullah ini tujuh kali keliling karena Allah
Ta’ala
5.
TALBIYAH
لَبَّيْكَ اَللَّهُمَّ
لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ
لَكَ وَالْمُلُكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ
Kupenuhi
panggilan Mu ya Allah, kupenuhi panggilan Mu ya Allah, kupenuhi panggilan ya
Allah, tiada sekutu bagi Mu, kupenuhi panggilan Mu, sesungguhnya segenap puji, nikmat, dan
kerajaan itu adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi Mu.
6.
DO’A MELIHAT
BAITULLAH/KA’BAH
اَللَّهُمّ زِدْهَذَا
الْبَيْتِ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيْمًا وَمَحَابَةً وَزِدْمَنْ شَرَّفَهُ
وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّتَ
اَوِاعْتَمَرَ
تَشْرِيْفًا وَتَكْرِيْمًا وَتَعْظِيْمًا وَبِرًّا
Artinya :
Ya Allah tambahilah
untuk rumah Mu ini kemuliaan, kehormatan, kebesaran dan kehebatan dan
tambahilah untuk orang yang telah memuliakannya, menghormatinya dan orang yang
telah berhaji dan umrah kepadanya, kemuliaan kehormatan, kebesaran dan kebaikan.
DO’A
THAWAF
PUTARAN KE
1.
Berzikir
سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ لِلهِ
وَلَااِلَهَ اِلَا اللهِ وَاللهُ اَكْبَرَ وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ اِلَابِااللهِ
الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولُ
اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
PUTARAN KE
2.
Sholawat
اَللَّهُمَّ صَلَّى عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ كَـمَا صَلَّيْتَ عَلَى اِبْرَاهِيمَ وَعَلَى اَلِ
ابْرَاهِيْمَ
وَباَرِكْ عَلَى مُحَمّدٍ كَـمَا بَارَكْـتَ
عَلَى اِبْرَاهِيمَ وعَلَى اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيدٌ
PUTARAN KE
3.
Minta Ampun
Dosa Kita
اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمِ الَذِي
لَااِلَهَ اِلَا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لَااِلَهَ اِلَا اَنْتَ خَلَقْتَنِى
وَاَنَا عَبْدُكَ
وَاَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعِدُكَ
مَااسْتَطَعْتُ’
اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدَيْنَا
وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيْرًا
PUTARAN KE
4.
Minta Ampun
Dosa Kita
Dosa Kedua Orang Tua
رَبَّ اغْفِرْلِى وَلِوَالِدَيَّ
وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيْرَا
اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُوْرًا
وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًا صَالِحًا مَقْبُوْلًا
وَتِجَارَةً
لَنْ تَبُوْرَا يَاعَالِمَ مَافِى
الصُّدُوْرِ اَخْرِجْنِي يَا اَللهُ مِنَ الظُّلُمَاتِ اِلَى النُوْرِ
PUTARAN KE
5. Mendo’akan
Anak
Supaya menjadi
anak yang sholeh, anak yang berguna kepada kedua orang tuanya, kepada
saudara-saudaranya, kepada bangsa dan agamanya dan supaya menjadi anak yang
pintar dan lain-lain .
رَبَّنَا
هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنِ وَاجْعَلْنَا
لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامَا
PUTARAN KE
6.
Mohon rezeki,
yang halal dan berkat untuk dunia akhirat
اَللَّهُمَّ ارْزُقْنَا ذُرِّيَةً
طَيِّبَةً,
اَللَّهُمَّ اِنِّي اَسْئَلُكَ الْهُدَى
وَالتُّقَى وَالْعَفَافَا وَالْغِنَى
PUTARAN KE
7.
Mendoakan
saudara, jiran tetangga, sahabat
رَبَّنَا
اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ وَاَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْاَبْرَارِ يَاعَزِيْزُ يَاغَفَّارُ
يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ
DOA
SA’I
PUTARAN 1-2
اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ
اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ
اَللهِ
اَكْبَرُكَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ
وَبِحَمْدِهِ الْكَرِيْم بُـكْرَةً وَاَصِيْلَ
لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ
لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُميْتُ بِيَدِهِ وَهُوَ عَلَا
كُلّ
شَئٍ قَدِيْرٍ
PUTARAN 3-4
اَللهُ اَكْبَرُ,
اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ
رَبَّنَا
فَاغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْعَنَّا سَيِّأتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ
الْاَبْرَارِ
رَبَّنَا وَاَتِنَا
مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رَسُلِكَ وَلَا تُحْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ اِنَّكَ لَا
تُخْلِفُ الْمِعَادَ
PUTARAN 5-6
اَللهُ
اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ
رَبَّنَا
اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْلَنَا
اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَئٍ قَدِيْرٌ اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ
الْخَيْرِكُلَّهُ عَا جِلَهُ وَاسْتَغْفِرُكَ لِذَنْبِى وَاسْأَلُكَ رَحْمَتِكَ
يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
PUTARAN 7
اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ
اَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ نِى قَلْبِى نُوْرًا
وَمِنْ سَمْعِى نُوْرًا وَمِنْ بَصَرِى نُوْرًا اَللَّهُمَّ اشْرَحْ لِى صَدْرِى
وَيَسِّرْلِى اَمْرِى
DOA
DIANTARA DUA PILAR HIJAU
رَبِّ
اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْعَمَّا تَعْلَمُ اِنَّكَ
تَعْلَمُ مَالَا تَعْلَمُ اِنَّاكَ اَنْتَ الله الْاَعَزُّالْاَ كْرَمُ
TEMPAT-TEMPAT YANG MUSTAJAB DOA
DISEKITAR MAKKAH DAN MADINAH
----------------------------------------------------------------------------------------------------
1.
Di Dalam
Baitullah
2.
Di Multazam
3.
Di Sudut
Baitullah-Hajar Aswad
4.
Di Sudut
Baitullah-Rukun Yamani
5.
Di Saluran
(Pancuran Mas) Baitullah
6.
Di Tempat Thawaf
sekeliling Ka’bah
7.
Di Telaga
Zam-Zam
8.
Di Maqam
Ibrahim
9.
Di Dalam Hijir
Ismail
10.
Tatkala Pertama
Kali Melihat Ka’bah
11.
Di Padang
Arafah Sewaktu Wuquf
12.
Di Muzdalifah
pada Malam Hari Raya
13.
Di Mina
14.
Di Ketiga –
Tiga Jumrah
15.
Di antara Shafa
dan Marwa
16.
Di Dalam Raudhah
Nabi di Masjid Nabawi Madinah
17.
Di dalam Masjid
Nabawi
TEMPAT-TEMPAT ZIARAH
DI MADINAH
----------------------------------------------------------------------------------------------------
1.
Di Taman
Raudhah
2.
Mimbar Nabi
3.
Mihrab Nabi
4.
Makam Nabi
Muhammad SAW.
5.
Makam Abu Bakar
As Syiddiq
6.
Makam Umar bin
Khattab
7.
Baqi’
(perkuburan muslim)
8.
Masjid Quba
9.
Masjid Jum’at
10.
Masjid Ghamamah
11.
Masjid
Qiblatain
12.
Jabal Uhud
13.
Makam Syaidina
Hamzah
14.
Masjid Tujuh / Khandak
ZIKIR DAN DO’A WUKUF DI ARAFAH
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ
الرَّحِيْمِ
|
JLH |
BACAAN |
NO |
|
100 Kali |
اَسْتَغْفِرُ
الْلهَ الْعَظِيْمِ الَّذِىْ لاَاِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ
وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ |
1 |
|
3
Kali |
لَبَّيْكَ
اَللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ
لَكَ وَالْمُلُكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ |
2 |
|
3
Kali |
اَللهُ
اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ, لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ
اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ |
3 |
|
100 Kali |
لَااِلَهَ
اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ
وَ يُمِيْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرِ |
4 |
|
100 Kali |
لَاحَوْلَا
وَلَاقُوَّةَ اِلَّا بِاالْلهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ, اَشْهَدُ اَنَّ اللهَ
عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ وَاَنَّ اللهَ قَدْ اَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا
|
5 |
|
3
Kali |
اَعُوْذُ
بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ اَنَّ اللهَ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمُ |
6 |
|
3
Kali |
ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOÏm§9$# ÇÊÈ ßôJysø9$# ¬! Å_Uu úüÏJn=»yèø9$# ÇËÈ Ç`»uH÷q§9$# ÉOÏm§9$# ÇÌÈ Å7Î=»tB ÏQöqt ÉúïÏe$!$# ÇÍÈ x$Î) ßç7÷ètR y$Î)ur ÚúüÏètGó¡nS ÇÎÈ $tRÏ÷d$# xÞºuÅ_Ç9$# tLìÉ)tGó¡ßJø9$# ÇÏÈ xÞºuÅÀ tûïÏ%©!$# |MôJyè÷Rr& öNÎgøn=tã Îöxî ÅUqàÒøóyJø9$# óOÎgøn=tæ wur tûüÏj9!$Ò9$# ÇÐÈ |
7 |
|
100 Kali |
Oó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOÏm§9$# ÇÈ qèdö@è% ª!$# îymr& ÇÊÈ ª!$# ßyJ¢Á9$# ÇËÈ öNs9 ô$Î#t öNs9ur ôs9qã ÇÌÈ öNs9ur `ä3t ¼ã&©! #·qàÿà2 7ymr& ÇÍÈ |
8 |
|
100 Kali |
صَلَّى اللهُ وَمَلَائِكَتُهُ عَلَى النَّبِيِّ الْاُمِّي
وَعَلَى اَلِهَ وَعَلَيْهِ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ |
9 |
DOA-DOA
YANG BAIK UNTUK DIAMALKAN
اَلَّلهُمَّ لَا سَهْلَ
اِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلَا وَاَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ اِذَا شِئْتَ سَهْلاَ
Artinya : Ya
Allah … tiadalah kemudahan yang akau dapatkan kecuali Engkaulah yang
memberinya, dan jadikanlah kegundahan hati ini menjadi tenang (Mudah)
اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ مِنَ
الْخَيْرِ كُلِّهِ عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَالَمْ اَعْلَمْ, وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الشَّرِكُلِّهِ
مَاعَلِمْتُ
مِنْهُ وَمَالَمْ اَعْلَمْ, وَاَسْاَلُكَ
الْجَنَّةَ وَمَاقَرَّبَ اِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ اَوْ عَمَلٍ, وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ
النَّارِوَمَا
قَرَّبَ اِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ اَوْعَمَلٍ
Artinya : Ya
Allah … sesungguhnya aku memohon kepada Mu dari seluruh kebaikan yang aku
ketahui ataupun tidak, dan aku berlindung kepada mu dari segala kejahatan yang
aku ketahui maupun tidak, ya Allah… aku memohon surgamu serta apa –apa yang
dapat mendekatkan diriku kepadanya (syurga) dari perkataan dan perbuatan. Dan
aku berlindung kepada Mu dari api neraka serta apa-apa yang mendekatkan diriku
kepadanya (neraka) dari perkataan dan perbuatan.
اَللَّهُمَّ
اَحْبِبْ اِلَيَّ الْاِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِى قَلْبِي, وَكَرِّهْ عَنِّى
الْكُفْرُوَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنِي مَنَ الرَّشِدِيْنَ
Artinya ya Allah jadikanlah diriku selalu cinta kepada keimanan dan
hiasilah ia di hatiku, dan jadikanlah hatiku benci kepada kekafiran, kefasikan
dan segala maksiat, serta jadikanlah aku dari hamba-hamba Mu yang bijaksana.
اَللَّهُمَّ
اَرِنَا الْحَقَّ حَقًا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ, وَاَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا
وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
.
Artinya Ya Allah… tunjukkanlah kepada kami yang haq (kebenaran) itu
haq adanya, dan berikan kepada kami kekuatan dalam mengikutinya. Dan tunjukkan
pula kepada kami bahwa yang batil (salah) itu batil adanya, serta berikan kami
kekuatan untuk menjauhinya.
اَللَّهُمَّ
يَامُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ وَعَلَى طَاعَتِكَ
Artinya Ya Allah … Tuhan
yang membolak balikkan hati ini, teguhkanlah hati ku dalam memeluk agamaMu dan
mentaati perintah (perintah-perintah) mu.
اَللَّهُمَّ
اِنِّى نَوَيْتُ الْحَجَّ فَاَعِنِّى
عَلَيْهِ وَتَقَبَّلْهُ مِنِّى, اَلَّلهُمَّ يَسِّرْ وَلَاتُعَسِّرْ, فَاِنَّكَ
مُيَسِّرُ اُمُوْرَعِبَادِكَ, اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِى صَبُوْرًا, وَاجْعَلْنِى
شَكُوْرًا, وَجْعَلْ حَجِّى مَبْرُوْرًا بِرَحْمَتِكَ يَامُجِيْبَ
السَّائِلِيْنَ.
Artinya :Ya Allah… sesungguhnya aku telah berniat melaksanakan
ibadah haji, maka tolonglah aku dalam pelaksanaannya, dan terima lah ibadah
haji ku tersebut, ya Allah … mudahkanlah dan jangan engkau persulit,
sesungguhnya Engkaulah yang memudahkan urusan hamba-hamba Mu ya Allah…
jadikanlah haji haji yang mabrur dengan rahmat Mu, wahai Tuahan yang Maha
Mengabulkan doa’-doa orang yang bermohon.
PENUTUP DOA
رَبَّنَا
اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ, سُبْحَانَكَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَنْ مَّايَصِيْفُوْنَ وَسَلَامٌ
عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar