Minggu, 22 November 2020

BACAAN TAKBIYAH, SHOLAWAT DAN DOA

 

BACAAN TALBIYAH, SHOLAWAT DAN DOA

 

لَبَّيْكَ اَللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلُكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ

اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْاَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَاعَذَابَ النَّارِ, وَاَدْخِلْناَ الْجَنَّةَ مَعَ الْاَبْرَارِ, يَاعَزِيْزُ يَاغَفَّارُ يَارَبَّ الْعَالمَيِنَ

 

Labbaik Allãhumma labbaik, labbaika lã syarìka laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka walmulka, lã syarìkalak.

Allãhumma salli wa sallim ‘alã sayyidinã Muhammad wa’alã ‘ãli sayyidinã Muhammad

Allãhumma innã nas ‘aluka ridãka waljannata wana’ûzubika min sakhatikawannãr. Rabbanã ãtinã fiddun-yã hasanatan wal fil ãkhirati hasanatan waqina aźãbannãr

Wa adkhilnal jannata ma’al abrãr, yã ‘azizu ya gaffaru yã rabbal ‘ãlamîn

Artinya :

Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan Mu, sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.

Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon keridoan-Mu dan surga, kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka. Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka.

Dan Masukkanlah kami ke dalam syurga bersama orang-orang yang berbuat baik, wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun dan Tuhan yang menguasai seluruh Alam

 

HAJI DAN UMRAH

A.    PENGERTIAN HAJI DAN UMRAH

Haji menurut bahasa (lugat) berarti sengaja datang menjiarahi atau menuju ke suatu tempat. Haji menurut syarak (istilah) sengaja mengunjungi Baitullah di Makkah dengan niat beribadah pada waktu tertentu, syarat-syarat dan dengan cara tertentu.

Hukum menunaikan ibadah haji adalah fardhu ‘ain bagi setiap muslim atau muslimah yang telah memenuhi syarat wajibnya. Dalil wajibnya adalah hadits yang menegaskan bahwa haji termasuk rukun Islam yang kelima dan firman Allah SWT. dalam Alqur’an surat Ali Imran ayat 97.

ÏmŠÏù 7M»tƒ#uä ×M»uZÉit/ ãP$s)¨B zOŠÏdºtö/Î) ( `tBur ¼ã&s#yzyŠ tb%x. $YYÏB#uä 3 ¬!ur n?tã Ĩ$¨Z9$# kÏm ÏMøt7ø9$# Ç`tB tí$sÜtGó$# Ïmøs9Î) WxÎ6y 4 `tBur txÿx. ¨bÎ*sù ©!$# ;ÓÍ_xî Ç`tã tûüÏJn=»yèø9$# ÇÒÐÈ   

Artinya : padanya terdapat tanda-tanda yang nyata (diantaranya) maqam Ibrahim (215) barangsiapa memasukinya (baitullah itu) menjadi amanlah Dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah. Yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah (216) barangsiapa mengingkari (kewajiban haji). Maka sesungguhnya Allah Maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam (QS. Ali Imran : 97).

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak membutuhkan sesuatu) dari semesta alam.

Haji mulai di wajibkan pada tahun ke 9 hijrah yakni setelah  Islam berkembang dan memperoleh kemajuan di Madinah. Menunaikan ibadah haji yang kedua kali dan seterusnya hukumnya adalah sunnah. Hal ini sesuai dengan penegasan rasulullah SAW yang artinya.

Dari Ibnu Abbas r.a. bahwasanya Aqra bin Haabis : ya rasulullah ! Apakah haji itu wajib dikerjakan tiap-tiap tahun. Ataukah cukup sekali saja. Rasulullah menjawab, yang wajib hanya satu kali saja. Maka barangsiapa yang menambahkannya (menunaikan haji yang kedua dan seterusnya) itu adalah sunnah

Haji anak-anak yang belum baligh (belum cukup) umur  dan hamba, keduanya sah mengerjakan haji dan Umrah, akan tetapi hajinya itu berupa sunnah yang tidak menggugurkan kewajiban atas dirinya. Apabila anak-anak tersebut  sudah sampai umur  atau hamba sudah merdeka, maka keduanya wajib megerjakan haji kembali.

B.     SYARAT WAJIB HAJI

Orang-orang yang diwajibkan menunaikan ibadah haji hanyalah yang telah memenuhi syarat-syarat wajibnya saja yaitu :

1.      Beragama Islam

2.      Berakal sehat

3.      Baligh yakni telah sampai umur sehingga dapat membedakan mana  benar dan mana salah

4.      Merdeka bukan hamba sahaya

5.      Kuasa atau mampu mengerjakan (istitho’ah)

Istitho’ah  mempunyai pengertian sebagai berikut :

1.      Mempunyai bekal yang cukup untuk keperluan perjalanan dan biaya hidup selama beribadah haji serta biaya hidup bagi keluarganya yang ditinggalkan.

2.      Ada kenderaan untuk mengerjakan ke Makkah. Demikian pula kembalinya, apakah milik sendiri  maupun kepunyaan orang lain dengan cara menyewa. Ini berlaku bagi orang yang jauh dari Makkah.

3.      Aman selama perjalanan, sehingga terjamin jiwa dan calon haji , untuk menjamin jiwa dan harta calon haji wanita, maka menjadi syarat wajib baginya pergi bersama suaminya, atau muhrimnya.

 

C.     RUKUN HAJI

Dalam ibadah haji rukun haji (fardhu haji) dibedakan dengan wajib haji . Rukun haji yaitu suatu perbuatan yang apabila tidak dilakukan tidak sah hajinya. Perbuatan itu tidak boleh digantikan dengan dam. Sedangkan wajib haji adalah suatu perbuatan yang perlu dikerjakan, tetapi sahnya haji itu tidak tergantung atasnya, karena boleh diganti dengan dam (denda) yaitu menyembelih binatang.

Rukun haji ada enam macam yaitu :

1.      Ihram, yaitu niat mengerjakan haji sambil mengenakan pakaian Ihram

2.      Wukuf (hadir) di arafah. Doa yang dibaca :

 

رَبَّنَااَتِنَافِى الدُّنْيَا حَسَنَة وَفِى الْاَخِرَةِ حَسَنَة وَقِنَاعَذَابًاالنَّارِ

Wahai Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami segala kebaikan di dunia dan di akhirat serta jauhkanlah kami dari siksa nereka.

 

3.      Sa’i yakni berlari-lari kecil antara safa dan marwa

4.      Mencukur dan menggunting rambut (tahallul)

5.      Tertib yaitu mngerjakan rukun-rukun  haji diatas sesuai dengan urutannya.

 

D.    WAJIB HAJI

Wajib haji adalah pekerjaan-pekerjaan yang wajib dikerjakan dalam ibadah haji, bila salah satu diantaranya tertinggalkan (tidak dikerjakan) maka dapat digantikan dengan membayar dam (denda), menyembelih binatang maka ibadah hajinya dianggap sah.

 

Yang termasuk wajib haji adalah :

1.      Ihram dari miqat

2.      Bermalam di mudzdalifah

3.      Melontar Jumrah aqobah

4.      Bermalam di Mina

5.      Melontar tiga Jumrah

6.      Thawaf wada’

7.      Meninggalkan perbuatan yang haram

 

E.     SUNAT DAN CARA MENGERJAKAN HAJI

1.      SUNAT HAJI

Sunnat haji yaitu perbuatan yang dikerjakan sebagai usaha untuk menyempurnakan rukun  dan wajib haji. Bila diantara sunat haji ada yang tertinggal maka tidak berpengaruh terhadap hajinya dan jika dikerjakan tentu mendapat pahala dan kesempurnaan. Diantara pekerjaan yang disunnah itu adalah :

a.       Mandi ketika hendak Ihram

b.      Membaca talbiyah dengan suara nyaring nagi laki-laki dan suara yang pelan bagi perempuan. Lafaz  talbiyah sebagai berikut :

 

لَبَّيْكَ اَللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلُكَ

 لاَشَرِيْكَ لَكَ 

Aku penuhi penggilan Mu ya Allah. Aku penuhi panggilan Mu dan aku taat pada mu. Sesunggunhya pujian karunia dan kerajaan itu adalah milik-Mu tiada sekutu bagi Mu.

 

c.       Membaca sholawat dan memberdoa  setela talbiyah

d.      Melaksanakan thawaf qudum (thwaf tahniyah) sebagai penghormatan terhadap ka’bah

e.       Membaca zikir atau doa sewaktu thawaf

f.       Salat dua rakaat sesudah thawaf

g.      Masuk ke ka’bah dan di dalamnya, apabila tidak bisa disunnahkan memasuki hijir ismail

h.      Memimum air zam-zam. Doa  yang dianjurkan adalah :

 

اَللَهُمَّ اِنَّ اَسْاَلُكَ عِلْمًا نَافِعَا وَرِزْقًا وَاسِعَا مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَسَقَمْ بِرَحْمَتِكَ يَاَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

 

Ya Allah ku mohon pada Mu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rezeki yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit  dengan rahmat Mu. Ya Allah tuhan yag maha pengasih dari segenap yang maha pengasih.

i.        Berdoa di multazam

j.        Ziarah ke makam rasulullah setelah selesai melaksanakan ibadah haji.

 

2.      Cara mengerjakan haji

Pada bulan Zulhijjah umat Islam dari seluruh penjuru dunia berdatangan  ke kota Makkah untuk melaksanakan ibadah. Akan tetapi karena keterbatasan waktu dan jauh perjalanan ada tiga cara yang diperbolehkan melakasnakan ibadah    haji dan umrah yaitu :

 

A.     Cara ifrad

Ifrad ialah mengerjakan haji terlebih dahulu sampai selesai, setelah itu baru mengerjakan ibadah Umrah. Ifrad merupakan cara menunaikan ibadah haji dan Umrah terbaik dibanding dengan dua cara lainnya serta tidak dikenaikan dam. Urutan-urutan ifrad ini adalah sebagai berikut :

1)      Ihram untuk haji dari Miqat

2)      Setelah selesai sholat sunah Ihram, lalu berangkat menuju Makkah sambil membaca talbiyah

3)      Melaksanakan thawaf qudum

4)      Setelah selesai thawaf lalu sa’I, namun sa’I ini boleh dikerjakan kemudian setelah thawaf ifadah.

5)      Tanggal 4 Zulhijjah berangkat menuju arafah, melalui mina dengan menginap semalam. Tanggal 9 zulhijjah pagi melanjutkan perjalanan ke Arafah

6)      Tangal 9 Zulhijjah melaksanakan wukuf di Arafah sampai terbenam matahari (waktu maghrib)

7)      Setelah selesai wukuf di Arafah, lalu berangkat menuju Muzdalifah dan bermalam (mabit) disana  sambil mengambil batu kerikil sebanyak 70 buah  untuk melontar jUmrah lalau berangkat ke Mina.

8)      Setelah tiba di mina lalu melontar Jumrah Aqobah, pada tanggal 10 Zulhijjah, menyembelih hewan qurban  dan menyembelih hewan untuk dam (denda) bagi yang harus membayar dam.

9)      Setelah selesai melontar Jumrah Aqobah, lalu bercukur atau menggunting rambut sebagai tahallul pertama dan malam harinya tetap menginap di Mina.

10)  Pada tanggal 11, 12, dan 13 zulhijjah melontar tiga Jumrah yakni Jumrah Ula, Wusta, dan Aqobah bagi yang melaksanakan nafar sani, dan stelah selesai berangkat lalu berangkat ke Makkah, namun bagi yang melaksanakan napar awal melontar jumrah hanya sampai tanngal 12 Zulhijjah, karena pada tanggal tersebut yakni sebelum maghrib harus sudah meninggalkan mina menuju Makkah.

11)  Setelah tiba di Makkah lalu mengerjakan thawaf ifadah.sa’I, dan mencukur atau bergunting rambut tahallul kedua  dan selesai ibadah haji.

12)  Setelah selasai haji, lalu mengerjakan Umrah, caranya mula-mula tan’im, atau ja’ronah (diluar Makkah) untuk melaksanakan Ihram Umrah. Kemudian kembali ke Makkah melaksanakan thawaf dan sa’I serta mencukur atau menggunting rambut, sampai disini selesai ibadah Umrah.

13)  Tatkala akan meninggalkan Makkah, hendaknya melaksanakan Thawaf wada’.

 

B.     Cara Tamattu’

Tamattu’ ialah mngerjakan ibadah Umrah terlebih dahulu sampai selesai. Setelah itu baru melaksanakan ibadah haji. Orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah dengan cara tamattu’ dekenakan dam (denda)

Urutan -urutan cara tamattu’ ini sebagai berikut :

1)      Ihram untuk umrah dari miqat

2)      Berangkat menuju makkah, sambil membaca talbiyah

3)      Setelah tiba di Makkah lalu melaksanakan serangkaian ibadah untuk Umrah yaitu thawaf, sa’I, dan mencukur/menggunting rambut (tahallul). Sampai disini selesailah ibadah urmrahnya dan kembali berpakaian biasa.

4)      Pada tanggal 8 zulhijjah melaksanakan Ihram untuk haji dari pondokannya masing-masing. Lalu berangkat menuju arafah.

5)      Pekerjaan-pekerjaan selanjutnya sama dengan cara ifrad, hanya sesudah tahallul kedua tidak umrah lagi.

 

C.     Cara Qiran

Qiran yaitu melakukan ibadah dan umrah dalam satu niat, serta mengerjakan pekerjaan-pekerjaan haji dan Umrah secara bersamaan. Urutan urutan pelaksanaan cara qiran ini sesuai dengan cara ifrad, hanya bedanya adalah sebagai berikut :

1)      Ihram dari miqat, diniatkan bahwa Ihram, thawaf,  dan sa’I sekaligus untuk haji dan Umrah.

2)      Lafadz niat haji qiran

لَبَّيْكَ اَللَّهُمَّ حَجًا وَعُمْرَةَ

Aku Penuhi panggilan Mu ya Allah untuk behaji dan ber-Umrah.

3)      Setelah tahalllul kedua tidak melakukan Umrah lagi.

 

Melaksanakan haji qiran harus membayar denda (dam) yaitu menyembelih seekor kambing yang sah untuk qurban, bila tidak sanggup, ia wajib puasa tiga hari selama di tanah haram dan tujuh hari setelah pulang kenagaranya

 

F.      LARANGAN BAGI ORANG YANG DALAM IHRAM HAJI

Larangan yang harus ditinggalkan oleh orang-orang yang sedang dalam haji dan umrah, bagi laki-laki maupun perempuan adalah sebagai berikut :

1.      Dilarang bagi laki-laki memakai pakaian berjahit

2.      Dilarang bagi laki-laki yang sedang berihram menutup kepala

3.      Dilarang bagi perempuan menutup muka dan kedua telapak tangan.

4.      Pada waktu Ihram laki-laki dan perempuan dilarang memakai harum-haruman  baik pada badan maupun pada pakaian. Sedangkan sewaktu akan Ihram diperbolehkan

5.      Dilarang bagi laki-laki dan perempuan menghilangkan atau mencukur rambut atau bulu badan yang lain.

6.      Dilarang menikah atau menikahkan, atau menjadi wali dalam akad nikah

7.      Dilarang bersetubuh, firman Alllah QS. Al Baqarah : 197,

kptø:$# ֍ßgô©r& ×M»tBqè=÷è¨B 4 `yJsù uÚtsù  ÆÎgŠÏù ¢kptø:$# Ÿxsù y]sùu Ÿwur šXqÝ¡èù Ÿwur tA#yÅ_ Îû

Ædkysø9$# 3 $tBur (#qè=yèøÿs? ô`ÏB 9Žöyz çmôJn=÷ètƒ ª!$# 3 (#rߊ¨rts?ur  cÎ*sù uŽöyz ÏŠ#¨9$# 3uqø)­G9$# 4 Èbqà)¨?$#ur

 Í<'ré'¯»tƒ É=»t6ø9F{$# ÇÊÒÐÈ  

Artinya :

Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafas, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya  sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada ku hai orang-orang yang berakal. (QS. Al Baqarah : 197)

 

8.      Dilarang memburu dan mebunuh binatang darat  yang liar dan halal dimakan, firman Allah QS. Al-Maidah-96

¨tPÌhãmur öNä3øn=tæ ßø|¹ ÎhŽy9ø9$# $tB óOçFøBߊ $YBããm 3 (  

Artinya :

… Dan diharamkan atas kamu memburu binatang darat selama kamu dalam Ihram… (QS. Al Baqarah : 96)

 

G.    DAM (DENDA) DALAM HAJI

Dam adalah denda yang wajib ditunaikan oleh orang selama menunaikan ibadah haji dan umrah, melanggar larangan haji atau meninggalkan pekerjaan wajib haji. Macam -macam dam/denda sebagai berikut :

1.      Dam karena bersetubuh/bersenggama dalam keadaan Ihram sebelum tahallul

a.       Menyembelih seekor unta, seekor lembu/kerbau atau 7 ekor kambing.

b.      Apabila tidak mampu maka wajib memberi sedekah atau makan kepada fakir miskin seharga seekor unta.

c.       Apabila tidak mampu bersedekah (poin b) maka ia harus berpuasa, tiap-tiap (0,8 kg), dari harga unta ditukar dengan puasa 1 hari.

2.      Dam karena mengerjakan salah satu larangan berikut :

a.       Mencukur rambut minimal 3 helai

b.      Memotong kuku

c.        Memakai pakaian berjahit (bagi laki laki)

d.      memakai minyak rambut

e.       memakai wangi-wangian/harum haruman.

f.       Mengadakan hubungan kelamin setelah tahallul pertama maka dendanya adalah mimilih tiga hal, yaitu :

                                                                          i.      Menyembelih seekor kambing

                                                                        ii.      Puasa tiga hari

                                                                      iii.      Bersedekah sebanyak tiga gantang (9,3 liter) makanan kepada 6 orang fakir miskin.

3.      Dam Karena berburu atau membunuh binatang buruan/binatang liar.

a.       Menyembelih binatang yang sebanding dengan binatang yang di buru atau binatang yang dibunuh.

b.      Memberi sedekah kepada fakir miskin sebanyak harga binatang tersebut.

c.       Melakukan puasa sebanyak harga binatang tersebut satu mud (0,8 kg) wajib berpuasa 1 hari.

4.      Dam karena melakukan haji tamattu’ atau haji qiran.dendanya adalah :

a.        Menyembelih seekor kambing

b.      Jika tidak mampu menyembelih kambing ia wajib berpuasa 10 hari, yaitu tiga hari dikerjakan di tanah haram, dan tujuh hari di kerjakan setelah kembali ke tanah airnya.

5.      Dam karena terlambat  sesuatu, misalnya tidak menemui jalan lagi untuk mengerjakan haji dan Umrah, maka wajib menyembelih kambing di tempat itu juga boleh bertahallul.

 

H.    UMRAH

a.       Pengertian Umrah dan Hukumnya

Menurut logika kata/bahasa Umrah berarti ziarah. Menurut istilah syarak Umrah adalah berziarah ke ka’bah dan Makkah untuk melaksanakan hal-hal yang termasuk rukun dan wajib Umrah. Hukum melaksanakan ibadah Umrah adalah fardhu ‘ain bagi setiap muslim/muslimah yang telah memenuhi syarat-syarat wajibnya, sekali dalam seumur hidup

b.      Syarat, wajib dan rukun  Umrah

Syarat untuk mengerjakan umrah sama dengan syarat untuk mengerjakan haji. Sedangkan rukunya adalah sebagai berikut :

1)         Ihram

2)         Thawaf

3)         Sa’i

4)         Mencukur rambut atau memotongnya sebagian (tahallul)

5)         Tertib

                        Wajib  umrah hanya satu yaitu memulai Ihram dari miqat.

c.       Cara Melaksanakan Ibadah Umrah

Urutan pelaksanaan ibadah umrah adalah sebagai berikut :

1)            Ihram dari miqat, kemudian salat sunnat Ihram dua rakaat

2)            Menuju Makkah dengan membaca talbiyah

3)            Melakukan thawaf dalam masjidil haram sebanyak tujuh kali putaran, setelah itu di sunnahkan salat dua rakaat di makam Ibrahim.

4)            Melakukan sa’I, (lari-lari  antara buki safa dan marwa) sebanyak tujuh kali pulang pergi

5)            Tahallul dengan menggunting rambut, sekurang-kurangnya tiga helai rambut

 

d.      Larangan dalam haji dan umrah.

Dalam mengerjakan haji dan umrah, jamaah dilarang mengerjakan beberapa hal. Larangan tersebut berlaku sejak jamaah memulai Ihram sampai dengan tahallul. Beberapa larangan tersebut adalah

1)      Melakukan hubungan seks atau segala perbuatan yang menyebabkannya.

2)      Melakukan perbuatan yang maksiat dan tercela

3)      Bertengkar dengan orang lain

4)      Memakai pakaian berjahit bagi laki-laki

5)      Memakai khuff (kaos kaki atau sepatu yang menutupi mata kaki)

6)      Menikah (melakasanakan akad nikah)

7)      Memotong kuku

8)      Mencukur atau mencabut rambut

9)      Memakai pakaian yang dicelup dan berbau harum

10)  Membunuh binatang

11)  Memakan daging buruan

 

I.       HIKMAH HAJI DAN UMRAH

 

Dalam melaksanakan ibadah haji dan umrah terkandung hikmah yang sangat besar . diantaranya adalah :

a.       Ibadah memupuk jiwa yang tinggi. Barang siapa yang mengerjakan ibadah haji dengan niat ikhlas pasti mengalami rasa haru yang dalam, yang akan menambah kesadaran dan keinsyafan sebagai hamba Allah yang kecil dan alam raya yang diciptakannya.

b.      Ibadah haji merupakan tindak lanjut pembetulan sikap budi dan akhlak yang mulia. Orang yang melakukan ibadah ialah orang yang sedang melatih displin diri, karena ia harus melakukan tiap-tiap amalan haji itu sesuai dengan urutan yang telah ditentukan.

c.       Ibadah haji adalah pernnyataan umat Islam seluruh dunia menjadi umat yang satu karena mempunyai persamaan dan satu akidah. Mereka berkumpul ditempat yang sama dengan niat yang sama dan mengerjakan tindakan-tindakan yang sama pula, karena mereka sama-sama makhluk Allah yang mempunyai kewajiban untuk tunduk dan patuh kepadaNya. Dengan sendirinya dalam mengerjakan ibadah haji ini terbinalah rasa persamaan dan persaudaraan

d.      Ibadah haji merupakan muktamar terbesar umat Islam sedunia, yang pesertanya berdatangan dari seluruh dunia dengan menjadikan ka’bah sebagai symbol  dan lambang kesatuan dan persatuan.

e.       Ibadah haji dapat menumbuhkan semangat berkorban, karena ibadah haji dan Umrah banyak meminta pengorbanan.

f.       Mengenal  dan melihat tempat-tempat bersejarah seperti ka’bah, bukit safa- marwa, sumur zam zam, makkah, mina dan sebagainya


TAMATTU’

عمرة

حج

RUKUN

WAJIB

RUKUN

WAJIB

 

 

1.    IHRAM

2.    THAWAF

3.    SA’I

4.    TAHALLUL

5.    TERTIB

 

 

1.    Berihram di miqat makani

2.    Meninggalkan segala larangan  sewaktu ihram (dalam keadaan ihram)

 

 

1.    IHRAM

2.    WUQUF

3.    THAWAF

4.    SA’I

5.    TAHALLUL

6.    TERTIB

 

1.     Berniat di miqat makani

2.     Bermalam di Muzdalifah

3.     Melontar jumrah Ula, Wushto, dan Aqabah (tgl, 11,12 dan 13)

4.     Meninggalkan semua larangan  sewaktu ihram

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



LAFAZ LAFAZ YANG PERLU DIINGAT

1.      NIAT TAYAMMUM

نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاِسْتبَاحَةِ الصَّلَاةِ ِللهِ تَعَلَى

Saya berniat tayammum untuk dapat sholat karena Allah Ta’ala

 

2.      NIAT UMRAH

نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَاَحْرَمْتُ بِهَا ِللهِ تَعَلَى لَبَّيْكَ اللّهُمَّ بِعُمْرَةٍ

Saya berniat umrah dan saya ihram dengannya karena Allah Ta’ala, kupenuhi panggilan – Mu ya Allah dengan umrah.

 

3.      NIAT HAJI

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَاَحْرَمْتُ بِهِ ِللهِ تَعَلَى لَبَّيْكَ اللّهُمَّ بِحَجِّ

Saya berniat umrah dan saya ihram dengannya karena Allah Ta’ala, kupenuhi panggilan – Mu ya Allah dengan haji.

 

4.      NIAT THAWAF

نَوَيْتُ الطَّوَّفَ بِهَذَا الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ سَبْعَةِ اَشْوَاطِ ِللهِ تَعَلى

Saya niat thawaf di Baitullah ini tujuh kali keliling karena Allah Ta’ala

 

5.      TALBIYAH

لَبَّيْكَ اَللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلُكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ 

Kupenuhi panggilan Mu ya Allah, kupenuhi panggilan Mu ya Allah, kupenuhi panggilan ya Allah, tiada sekutu bagi Mu, kupenuhi panggilan Mu,  sesungguhnya segenap puji, nikmat, dan kerajaan itu adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi Mu.

 

6.      DO’A MELIHAT BAITULLAH/KA’BAH

اَللَّهُمّ زِدْهَذَا الْبَيْتِ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيْمًا وَمَحَابَةً وَزِدْمَنْ شَرَّفَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّتَ

اَوِاعْتَمَرَ تَشْرِيْفًا وَتَكْرِيْمًا وَتَعْظِيْمًا وَبِرًّا

Artinya :

Ya Allah tambahilah untuk rumah Mu ini kemuliaan, kehormatan, kebesaran dan kehebatan dan tambahilah untuk orang yang telah memuliakannya, menghormatinya dan orang yang telah berhaji dan umrah kepadanya, kemuliaan kehormatan, kebesaran dan kebaikan.

DO’A THAWAF

 

PUTARAN KE

1.  Berzikir

سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلَااِلَهَ اِلَا اللهِ وَاللهُ اَكْبَرَ وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ اِلَابِااللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

 

 

PUTARAN KE

2.  Sholawat

اَللَّهُمَّ صَلَّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ كَـمَا صَلَّيْتَ عَلَى اِبْرَاهِيمَ وَعَلَى اَلِ ابْرَاهِيْمَ

وَباَرِكْ عَلَى مُحَمّدٍ كَـمَا بَارَكْـتَ عَلَى اِبْرَاهِيمَ وعَلَى اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ

مَجِيدٌ

PUTARAN KE

3.  Minta Ampun Dosa Kita

اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمِ الَذِي لَااِلَهَ اِلَا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لَااِلَهَ اِلَا اَنْتَ خَلَقْتَنِى وَاَنَا عَبْدُكَ

وَاَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعِدُكَ مَااسْتَطَعْتُ’

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيْرًا

PUTARAN KE

4.  Minta Ampun Dosa Kita

Dosa Kedua Orang Tua

رَبَّ اغْفِرْلِى وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيْرَا

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًا صَالِحًا مَقْبُوْلًا وَتِجَارَةً

لَنْ تَبُوْرَا يَاعَالِمَ مَافِى الصُّدُوْرِ اَخْرِجْنِي يَا اَللهُ مِنَ الظُّلُمَاتِ اِلَى النُوْرِ

 

 

PUTARAN KE

5.  Mendo’akan Anak

Supaya menjadi anak yang sholeh, anak yang berguna kepada kedua orang tuanya, kepada saudara-saudaranya, kepada bangsa dan agamanya dan supaya menjadi anak yang pintar dan lain-lain .

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنِ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامَا

 

PUTARAN KE

6.  Mohon rezeki, yang halal dan berkat untuk dunia akhirat

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنَا ذُرِّيَةً طَيِّبَةً,

اَللَّهُمَّ اِنِّي اَسْئَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَا وَالْغِنَى 

 

 

PUTARAN KE

7.  Mendoakan saudara, jiran tetangga, sahabat

 

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَاَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْاَبْرَارِ يَاعَزِيْزُ يَاغَفَّارُ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DOA SA’I

PUTARAN 1-2

 اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ

اَللهِ اَكْبَرُكَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ الْكَرِيْم بُـكْرَةً وَاَصِيْلَ

 لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُميْتُ بِيَدِهِ وَهُوَ عَلَا كُلّ

 شَئٍ قَدِيْرٍ

PUTARAN 3-4

اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ

رَبَّنَا فَاغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْعَنَّا سَيِّأتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْاَبْرَارِ

رَبَّنَا وَاَتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رَسُلِكَ وَلَا تُحْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ اِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِعَادَ            

PUTARAN 5-6

اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ

رَبَّنَا اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْلَنَا  اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَئٍ قَدِيْرٌ اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ الْخَيْرِكُلَّهُ عَا جِلَهُ وَاسْتَغْفِرُكَ لِذَنْبِى وَاسْأَلُكَ رَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

PUTARAN 7

اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ نِى قَلْبِى نُوْرًا وَمِنْ سَمْعِى نُوْرًا وَمِنْ بَصَرِى نُوْرًا اَللَّهُمَّ اشْرَحْ لِى صَدْرِى

وَيَسِّرْلِى اَمْرِى

DOA DIANTARA DUA PILAR HIJAU

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْعَمَّا تَعْلَمُ اِنَّكَ تَعْلَمُ مَالَا تَعْلَمُ اِنَّاكَ اَنْتَ الله الْاَعَزُّالْاَ كْرَمُ                    

TEMPAT-TEMPAT YANG MUSTAJAB DOA

DISEKITAR MAKKAH DAN MADINAH

----------------------------------------------------------------------------------------------------

1.            Di Dalam Baitullah

2.            Di Multazam

3.            Di Sudut Baitullah-Hajar Aswad

4.            Di Sudut Baitullah-Rukun Yamani

5.            Di Saluran (Pancuran Mas) Baitullah

6.            Di Tempat Thawaf sekeliling Ka’bah

7.            Di Telaga Zam-Zam

8.            Di Maqam Ibrahim

9.            Di Dalam Hijir Ismail

10.      Tatkala Pertama Kali Melihat Ka’bah

11.      Di Padang Arafah Sewaktu Wuquf

12.      Di Muzdalifah pada Malam Hari Raya

13.      Di Mina

14.      Di Ketiga – Tiga Jumrah

15.      Di antara Shafa dan Marwa

16.      Di Dalam Raudhah Nabi di Masjid Nabawi Madinah

17.      Di dalam Masjid Nabawi

 

 

TEMPAT-TEMPAT ZIARAH

DI MADINAH

----------------------------------------------------------------------------------------------------

 

1.         Di Taman Raudhah

2.         Mimbar Nabi

3.         Mihrab Nabi

4.         Makam Nabi Muhammad SAW.

5.         Makam Abu Bakar As Syiddiq

6.         Makam Umar bin Khattab

7.         Baqi’ (perkuburan muslim)

8.         Masjid Quba

9.         Masjid Jum’at

10.   Masjid Ghamamah

11.   Masjid Qiblatain

12.   Jabal Uhud

13.   Makam Syaidina Hamzah

14.   Masjid Tujuh / Khandak

 

 

 

 

 

 

 

ZIKIR DAN DO’A WUKUF DI ARAFAH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

JLH

BACAAN

NO

100 Kali

اَسْتَغْفِرُ الْلهَ الْعَظِيْمِ الَّذِىْ لاَاِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ

1

3 Kali

لَبَّيْكَ اَللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلُكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ 

2

3 Kali

اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ, لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

3

100  Kali

لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَ يُمِيْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرِ

4

100  Kali

لَاحَوْلَا وَلَاقُوَّةَ اِلَّا بِاالْلهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ, اَشْهَدُ اَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ وَاَنَّ اللهَ قَدْ اَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا

5

3 Kali

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ اَنَّ اللهَ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمُ

6

3 Kali

ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$# ÇÊÈ   ßôJysø9$# ¬! Å_Uu šúüÏJn=»yèø9$# ÇËÈ   Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$# ÇÌÈ   Å7Î=»tB ÏQöqtƒ ÉúïÏe$!$# ÇÍÈ   x$­ƒÎ) ßç7÷ètR y$­ƒÎ)ur ÚúüÏètGó¡nS ÇÎÈ   $tRÏ÷d$# xÞºuŽÅ_Ç9$# tLìÉ)tGó¡ßJø9$# ÇÏÈ   xÞºuŽÅÀ tûïÏ%©!$# |MôJyè÷Rr& öNÎgøn=tã ÎŽöxî ÅUqàÒøóyJø9$# óOÎgøn=tæ Ÿwur tûüÏj9!$žÒ9$# ÇÐÈ  

7

100  Kali

Oó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$# ÇÈ qèdö@è% ª!$# îymr& ÇÊÈ   ª!$# ßyJ¢Á9$# ÇËÈ öNs9 ô$Î#tƒ öNs9ur ôs9qムÇÌÈ   öNs9ur `ä3tƒ ¼ã&©! #·qàÿà2 7ymr& ÇÍÈ  

8

100  Kali

صَلَّى اللهُ وَمَلَائِكَتُهُ عَلَى النَّبِيِّ الْاُمِّي وَعَلَى اَلِهَ وَعَلَيْهِ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

9

 

 

DOA-DOA YANG BAIK UNTUK DIAMALKAN

 

 

 اَلَّلهُمَّ لَا سَهْلَ اِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلَا وَاَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ اِذَا شِئْتَ سَهْلاَ

 

Artinya : Ya Allah … tiadalah kemudahan yang akau dapatkan kecuali Engkaulah yang memberinya, dan jadikanlah kegundahan hati ini menjadi tenang (Mudah)

 

اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَالَمْ اَعْلَمْ, وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الشَّرِكُلِّهِ مَاعَلِمْتُ

مِنْهُ وَمَالَمْ اَعْلَمْ, وَاَسْاَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَاقَرَّبَ اِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ اَوْ عَمَلٍ, وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ النَّارِوَمَا

قَرَّبَ اِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ اَوْعَمَلٍ

Artinya : Ya Allah … sesungguhnya aku memohon kepada Mu dari seluruh kebaikan yang aku ketahui ataupun tidak, dan aku berlindung kepada mu dari segala kejahatan yang aku ketahui maupun tidak, ya Allah… aku memohon surgamu serta apa –apa yang dapat mendekatkan diriku kepadanya (syurga) dari perkataan dan perbuatan. Dan aku berlindung kepada Mu dari api neraka serta apa-apa yang mendekatkan diriku kepadanya (neraka) dari perkataan dan perbuatan.

 

 

اَللَّهُمَّ اَحْبِبْ اِلَيَّ الْاِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِى قَلْبِي, وَكَرِّهْ عَنِّى الْكُفْرُوَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنِي مَنَ الرَّشِدِيْنَ

 

Artinya ya Allah jadikanlah diriku selalu cinta kepada keimanan dan hiasilah ia di hatiku, dan jadikanlah hatiku benci kepada kekafiran, kefasikan dan segala maksiat, serta jadikanlah aku dari hamba-hamba Mu yang bijaksana.

 

اَللَّهُمَّ اَرِنَا الْحَقَّ حَقًا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ, وَاَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

.

Artinya Ya Allah… tunjukkanlah kepada kami yang haq (kebenaran) itu haq adanya, dan berikan kepada kami kekuatan dalam mengikutinya. Dan tunjukkan pula kepada kami bahwa yang batil (salah) itu batil adanya, serta berikan kami kekuatan untuk menjauhinya.

 

 

اَللَّهُمَّ يَامُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ وَعَلَى طَاعَتِكَ 

 

  Artinya Ya Allah … Tuhan yang membolak balikkan hati ini, teguhkanlah hati ku dalam memeluk agamaMu dan mentaati perintah (perintah-perintah) mu.

 

 

 

اَللَّهُمَّ اِنِّى نَوَيْتُ الْحَجَّ  فَاَعِنِّى عَلَيْهِ وَتَقَبَّلْهُ مِنِّى, اَلَّلهُمَّ يَسِّرْ وَلَاتُعَسِّرْ, فَاِنَّكَ مُيَسِّرُ اُمُوْرَعِبَادِكَ, اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِى صَبُوْرًا, وَاجْعَلْنِى شَكُوْرًا, وَجْعَلْ حَجِّى مَبْرُوْرًا بِرَحْمَتِكَ يَامُجِيْبَ السَّائِلِيْنَ.   

 

Artinya :Ya Allah… sesungguhnya aku telah berniat melaksanakan ibadah haji, maka tolonglah aku dalam pelaksanaannya, dan terima lah ibadah haji ku tersebut, ya Allah … mudahkanlah dan jangan engkau persulit, sesungguhnya Engkaulah yang memudahkan urusan hamba-hamba Mu ya Allah… jadikanlah haji haji yang mabrur dengan rahmat Mu, wahai Tuahan yang Maha Mengabulkan doa’-doa orang yang bermohon.

 

PENUTUP DOA

 

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ, سُبْحَانَكَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَنْ مَّايَصِيْفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 

 

 

                                                                                                                                                                           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar