ABDULLAH AMIN HASIBUAN
Selasa, 04 November 2025
Hadis ttg teman dan musuh
Hadits nabi dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah shalllallahu 'alaihi wasallam bersabda:
أَحْبِبْ حَبِيبَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ بَغِيضَكَ يَوْمًا مَا وَأَبْغِضْ بَغِيضَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ حَبِيبَكَ يَوْمًا مَا
Artinya:
Cintailah orang yang engkau cintai seperlunya, karena bisa saja suatu hari dia akan menjadi musuhmu, dan bencilah orang yang kamu benci seperlunya, karena bisa jadi suatu hari kelak dia akan menjadi orang yang engkau cintai. (HR Tirmidzi)
Nama-Nama Majelis Taklim
Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan
I. Kelurahan Pahlawan
1. Mt. Syuhada
2. Mt. Muttaqin
3. Mt. Al-ihsan
4. Mt. Istiqomah
5. Mt. Al-aminin
6. Mt. Silaturrahm gg. Lamumba
7. Mt. An nisa gg. Anom
II. Kelurahan sei kera hulu
1. Mt. hidayatul ihsaniyah
2. Mt. Jiran sepakat
3. Mt. Siti rawani mesjid al-amin
4. Mt. Jannatul Ummahat Mesjid ar Rahman
5. Mt. Mushola Haji Said
6. Mt. An Nisa sei kera
7. Mt. Ikhlasiyah Mesjid al-Ikhlas
III. Kelurahan Pandau Hilir
1. Mt. Al huda
2. Mt. Al hidayah kantor lurah pandau hilir
3. Mt. Al himah
4. SMKN 6 Medan
IV. Kelurahan Sei Kera Hilir 2
1. Mt. BKMP 45
2. Mt. Al hurriyah
3. Mt. Al ummi
4. Mt. Muslimin
5. Mt. Silaturrahim
6. Mt. Ar ridho jl. Gurila
7. Mt. Ihsaniyah
8. Mt. Rahdhatul jannah
9. Mt. Al hidayah kantor lurah sei kera hilir 2
V. Kelurahan Sei Kera Hilir 1
1. Mt. Al hidayah mustaqim
2. Mt. Al-muhajirin
3. Mt. Al hidayah haji dolah
4. Mt. An nisa
5. Mt. Al hijrah
6. Mt al ikhlash suka dame
7. Mt. Baitul gofur
8. Mt. Al falah
9. Mt. SAB
10. Mt. Jamai’atul Mardiyah
VI. Kelurahan Sidorame Timur
1. Mt. Ikhsaniyah pertemuan
2. Mt. Serikat amal bakti
3. Mt. Ar ridho
4. Mt. An nisa
5. Mt. Ubudiyah
6. Mt. Amar makruf
7. Mt. An nur
8. Mt. Muhammadiyah maninjau
9. Mt. Muhammadiyah matahari
10. Mt. Muhammadiyah melati
VII. Kelurahan Tegal Rejo
1. Mt. Al huda
2. Mt. PWM
3. Mt. Ash sholihun
4. Mt. Amal bakti
5. Mt. PIM
6. Mt. Sedar
7. Mt. Sehati
8. Mt. Nurul iman
9. Mt. Al ikhlas setia jadi
10. Mt. Serikat amal soleh
11. Mt. SAS
12. Mt. STMI
VIII. Kelurahan Sidorame Barat 2
1. Mt. Al hidayah kantor lurah
2. Mt. Inna saroha
3. Mt. Silatrurrahim gg. Pelajar
IX. Kelurahan Sidorame Barat 1
1. Mt. Al hasanah glugur hong
2. Mt. Thoharah
3. Mt. Al hikmaj
4. Mt. Istiqomah bustanul ulum
5. Mt. Istiqomah masjid al hidayah
6. Mt. Istiqomahh eks kowil han
7. Mt. Al ikhlash asrama TNI AD
8. Mt. Ar ramlah
9. Mt. Amaliyah
X. Majelis Taklim Kecamatan dan Kelurahan
1. Istiqomah BKMT
2. PMTI
3. Jatira Salihah
4. Muslimat NU
5. Al Hidayah kecamatan
6. PKK Kecamatan
7. Forsil salimah
8. Arisan BKMT Kecamatan
Sabtu, 31 Mei 2025
Ekspresi saat manortor endeng endeng
Ekspresi Seni budaya endeng endeng di Labuhanbatu Raya.
oleh
Dr. HM. Abdullah Amin Hasibuan,SHI, MA
========================
Pendahuluan
===========
Ekspresi adalah ungkapan atau pernyataan perasaan, pikiran, atau maksud seseorang. Ini bisa berupa mimik wajah, bahasa tubuh, suara, maupun kata-kata. Ekspresi membantu dalam komunikasi dan memahami orang lain, lebih singkatnya Ekspresi merupakan proses menyampaikan sesuatu, baik itu perasaan, pikiran, atau maksud kepada orang lain.
Seni Budaya ialah sebuah konsep yang mengacu pada ekspresi seni yang mencerminkan kebudayaan suatu masyarakat atau kelompok. Seni budaya mencakup berbagai bentuk seni seperti seni rupa, seni musik, seni tari, seni sastra, kerajinan tangan, dan berbagai ritual atau praktik budaya yang mengandung unsur estetis.
Endeng-endeng adalah merujuk pada tarian tradisional yang berasal dari Tapanuli Selatan atau Mandailing, Sumatera Utara. Tarian ini merupakan perpaduan antara Seni Berdah (dari etnis Melayu) dengan Tor-tor Onang-onang (dari Tapanuli Selatan). Endeng-endeng berfungsi sebagai tari hiburan dan sarana untuk mengungkapkan kegembiraan dalam pergaulan.
Tarian ini sering ditampilkan setelah acara kenduri atau mengupah-upah (memberi nasehat). Gerakan yang dilakukan oleh semua pihak dalam tarian ini sama, yaitu gerakan telapak tangan membuka dan menutup serta menggenggam.
Ekspresi Saat Manortor
====================
Secara umum ekspresi saat manortor endeng endeng adalah Sukacita atau Bahagia yang disajikan saat walimah. Namun ekspresi Rasa sukacita atau kebahagiaan memunculkan Luapan emosi hati atau perasaan sebagai berikut;
A. Gembira
Gembira saat manortor disebabkan suasana sukacita bisa membantu atau paling tidak menghadiri undangan walimah saudaranya yang berhajat. Atau sekedar meluapkan ekspresi kesenangan terhadap budaya manortor bahkan terhadap musik maupun seni yang sedang dimainkan oleh parborda.
B. Sedih
Sukacita ekspresi nya sedih ko bisa?. sebab perjuangan dan perjalanan hidup yang di rasakan muncul saat menortor sehingga memperoleh keberhasilan. Biasanya juga akan dipengaruhi oleh syair yang dinyanyikan yang mampu menyentuh hati saat manari tor tor seiring dengan pukulan gendang dan musik yang mendayu dayu.
C. Melayang
Melayang adalah ekspresi luapan emosi sebab hati dan perasaan yang terhanyut oleh indahnya syair yang sedang di nyanyikan yang membuat pikiran menjadi terbawa suasana seiring suara gendang dan musik yang padu dengan langkah, rentak dan tarian.
D. Terngiang/teringat
Terngiang ialah suasana hati yang terbawa melayang sehingga mengingat segala kejadian yang kita rasakan sebelumnya selama bergaul dengan yang berhajat atau orang yang menjadi teman kita menari (Berdansa) Luapan emosi akan muncul seiring rentak musik dan gendang juga syair yang mengingatkan kita pada pengorbanan, perjuangan, perbuatan dan kondisi kehidupan bahkan pergaulan. Saat melayang hati lemah, tubuh tidak kuat dengan perasaan dan hati yang kosong saat itulah sering menangis bahkan pingsan bisa kesurupan.
Penutup
========
Pada prinsipnya endeng endeng ini harus dilestarikan sebagai budaya meski sudah bercampur aduk. Namun tetap harus disesuaikan dengan norma yang berlaku baik Islam, adat maupun budaya serta disarankan tidak boleh berlebihan.
Endeng endeng Labuhanbatu Raya antara Budaya dan Islam
seni endeng endeng Labuhanbatu Raya
(Antara Tradisi budaya Batak dan islam)
oleh
Dr. HM. Abdullah Amin Hasibuan, SHI, MA
-=====================
Sejak kecil sebagai anak labuhanbatu raya tradisi musik seperti ini sudah ada tapi biasanya selalu di iringi dengan bordah yang di dalamnya ada zikir, Lalal hawa , fasarepe, onang onang baru terakhir endeng2. Zikir lalal hawa sejak dahulu memang kurang di minati masyarakat sehingga cenderung masyarakat lebih suka dengan endeng endeng ini. Jika kita lihat keragaman masyarakat labuhanbatu raya adalah etnis nya secara spesifik adalah Batak melayu jawa yang sudah beragama islam. Sehingga Masing-masing dipadukan dalam tradisi yang biasa dilakukan. Tidak diatur ini secara spesifik hanya mengikuti jaman. Makanya kadang di endeng endeng bermacam lagu, mulai dari lagu masyarakat berbahasa Mandailing, toba melayu bahkan Jawa india juga ada. Menurut permintaan atau yang bisa dinyayikan oleh par bordanya.
Jika kita menilai memang kurang pas. Tapi itu terjadi sebab manusia nya yang meminta seperti itu. Padahal pada prinsipnya lagu syair yang dinyanyikan adalah doa, nasehat maupun harapan.
Ada istilah " Palalu Tagas" Sesuatu yang terpendam bisa di luaskan di endeng endeng ini makanya reaksinya berbeda beda bisa sedih, bisa gembira, bahkan bisa kesurupan. Tergantung manusia yang sedang manortor endeng endeng ini. Ekspresi kehidupan pribadi seseorang akan kelihatan saat dia manortor endeng kepada orang yang sedang berpesta. Intinya ia bahagia, tapi ekspresi nya bisa sedih, gembira bahkan kesurupan. Menurut bagaimana kehidupan hubungan pribadi mereka sehari hari.
Kamis, 05 Desember 2024
IKS PWM
IDENTIFIKASI KELOMPOK SASARAN (IKS)
TENTANG
PENGENALAN MAJELIS TAKLIM PERWIRITAN WIRIT MARHABAN
KEL. TEGAL REJO, KEC. MEDAN PERJUANGAN, MEDAM
NAMA PEMBINA : 1. CAMAT MEDAN PERJUANGAN
2. KA. KUA KECAMATAN M.PERJUANGAN
3. LURAH TEGAL REJO
4. DRS. AMRIN SIREGAR
5. DRS. SAMIN PANE
6. PENYULUH AGAMA ISLAM
ALAMAT : JL. MADIO UTOMO GG. KADI NO. 3
NAMA KETUA : HJ. NENG SALMINA SAPUTRA
Jumlah Anggota : 125 0RANG
Kebiasaan Hadir : 50 ORANG
Tahun Berdiri : 1994
Jadwal Pengajian : SETIAP HARI JUM’AT
Penceramah Tetap : 1. DRS. SAMIN PANE
2. DRS. AMRIN SIREGAR
Pendahuluan
Penyuluh Agama adalah salah satu jabatan fungsional dalam rumpun keagamaan. Hal ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang rumpun jabatan fungsional pegawai negeri sipil yang antara lain menetapkan bahwa penyuluh agama adalah jabatan fungsional pegawai negeri yang termasuk dalam rumpun jabatan keagamaan.
Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Koodinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor :54/KEP/MK.WASPAN/9/1999 Tanggal 30 September 1999 Tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Agama dan Angka kreditnya, pasal 4, yaitu tugas pokok Penyuluh agama adalah ; “Melakukan dan mengembangkan kegiatan bimbingan atau penyuluhan agama dan pembangunan melalui bahasa agama”.
Penyuluh Agama sebagai ujung tombak pelaksanaan Bimbingan atau Penyuluhan pada masyarakat di bidang keagaman, memiliki peran yang sangat strategis dalam mewujudkan pendidikan pada masyarakat melalui bahasa agama. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya tersebut, Penyuluh Agama banyak menghadapi kendala atau permasalahan, terutama mereka yang bertugas di daerah pelosok, masyarakat yang primitif, dan terlepas masyarakat perkotaan tak jauh penuh dengan kendala.
Pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan adalah salah satu tugas pokok bagi penyuluh agama. Penunjang dari tugas tersebut adalah dengan pelaksanaan identifikasi potensi wilayah yang menjadi objek sasaran. Kegiatan identifikasi potensi wilayah akan melahirkan data yang akan dijadikan bahan acuan dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan selanjutnya, contoh dalam pembuatan rencana kerja operasional dan naskah materi bimbingan dan penyuluhan
Hasil IdentifikasI
Kecamatan Medan perjuangan menjadi objek sasaran Tugas bagi Penulis untuk melakukan kegiatan bimbingan dan penyuluhan secara tertulis namun tidak tertutup kemungkinan wilayah lain yang tercakup dalam masyarakat sumatera utara yang ada dalam lingkup Kota Medan sebagai sasaran bidikan penulis, mencoba membidik dari dua fokus sasaran, yaitu : Peningkatan ibadah dan efektifitas pendidikan agama melalui majelis taklim pengajian yang semuanya dalam bingkai Majelis Taklim PENGAJIAN WIRIT MARHABAN.
Majelis Taklim PENGAJIAN WIRIT MARHABAN .berada di wilayah Kelurahan Tegal Rejo kecamatan Medan perjuangan yang merupakan majelis pengajian yang ber kedudukan di Wilayah Republik Indonesia.
Analisis Potensi Wilayah Kelompok sasaran ini dimaksudkan sebagai pelaksanaan awal dan untuk mengetahui keadaan potensi yang ada dalam rangka mempersiapkan kegiatan selanjutnya yaitu untuk menyusun Rencana kerja Operasional(RKO).
Tabel I
Persentase Anggota Menurut Umur
No Umur (Tahun) Jumlah (Orang)
>-50 35
50-40 45
1 40-30 35
2 30-20 20
3 20-0 10
JUMLAH 125
Tabel II
Persentase Anggota Menurut Pendidikan
No Jenjang Jumlah (Orang)
1 Universitas 0
2 SMU 85
3 SMP 25
4 SD 15
5 Tidak Sekolah 0
JUMLAH 125
Tabel III
Persentase Anggota Menurut Pekerjaan
No Jenis Pekerjaan Jumlah (Orang)
1 Sekolah 0
2 Karyawan Swasta 65
3 Karyawan Negeri 15
4 Pengangguran 30
5 Lainnya 5
JUMLAH 125
Tabel IV
Persentase Anggota Menurut Kesejahteraan Ekonomi
No Tingkat Jumlah (Orang)
1 Atas 50
2 Menengah 65
3 Bawah 10
JUMLAH 125
Penutup
Berdasarkan analisis Identifikasi Kelompok sasaran diatas, bahwa tingkat umur Anggota MT Pengajian Wirit Marhaban adalah usia Dewasa yang sudah matang. Sedangkan menurut pendidikan berada pada wilayah masyarakat berpendidikan rendah, sedangkan pekerjaan masih terdapat anggota yang menggantungkan hidupnya pada suami sehingga membutuhkan sentuhan berupa keterampilan usaha atau UKM rumah tangga, selanjutnya menurut tingkat kesejahteraan berada pada posisi tingkat ekonomi menengah kebawah meskipun terdapat sebagain yang memiliki orangtua yang memiliki tingkat ekonomi yang lumayan.
Dari hasil evaluasi ini, menurut hemat kami materi yang cocok dalam penyampaian bimbingan dan penyuluhan kepada mjelis Taklim Pengajian Wirit Marhaban adalah tentang fiqh ibadah, keluarga sakinah, Ekonomi pembanguan dan kreatif, pengelolaan keuangan dan tema-tema lain yang berkaitan dengan etika kehidupan masyarakat indonesia timur di masa kini.
Demikianlah analisi data potensi wilayah dan kelompok sasaran ini dimaksudkan sebagai tolak ukur dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai penyuluh Agama islam dalam melaksanakan tugas Bimbingan dan penyuluhan.
Medan, juli 2024
Penyuluh Agama Islam
Dr. HM. ABDULLAH AMIN HASIBUAN, MA
NIP. 19811130 200910 1 004
IKS ASSOLIHUN
IDENTIFIKASI KELOMPOK SASARAN (IKS)
TENTANG
PENGENALAN MAJELIS TAKLIM PERWIRITAN ASSHOLUHUN
KEL. TEGAL REJO, KEC. MEDAN PERJUANGAN, MEDAN
NAMA PEMBINA : 1. CAMAT MEDAN PERJUANGAN
2. KA. KUA KECAMATAN M.PERJUANGAN
3. LURAH TEGAL REJO
4. DRS. H. SAMIN PANE
5. PENYULUH AGAMA ISLAM
ALAMAT : JL. SEHATI/ PENDIDIKAN MEDAN PERJUANGAN
NAMA KETUA : MARLIANA
Jumlah Anggota : 98 0RANG
Kebiasaan Hadir : 50 ORANG
Tahun Berdiri : 1982
Jadwal Pengajian : SETIAP HARI SELASA
Penceramah Tetap : 1. DRS. SINAMBELA
2. DRS. AMRIN SIREGAR
3. PENYULUH AGAMA ISLAM
Pendahuluan
Penyuluh Agama adalah salah satu jabatan fungsional dalam rumpun keagamaan. Hal ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang rumpun jabatan fungsional pegawai negeri sipil yang antara lain menetapkan bahwa penyuluh agama adalah jabatan fungsional pegawai negeri yang termasuk dalam rumpun jabatan keagamaan.
Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Koodinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor :54/KEP/MK.WASPAN/9/1999 Tanggal 30 September 1999 Tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Agama dan Angka kreditnya, pasal 4, yaitu tugas pokok Penyuluh agama adalah ; “Melakukan dan mengembangkan kegiatan bimbingan atau penyuluhan agama dan pembangunan melalui bahasa agama”.
Penyuluh Agama sebagai ujung tombak pelaksanaan Bimbingan atau Penyuluhan pada masyarakat di bidang keagaman, memiliki peran yang sangat strategis dalam mewujudkan pendidikan pada masyarakat melalui bahasa agama. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya tersebut, Penyuluh Agama banyak menghadapi kendala atau permasalahan, terutama mereka yang bertugas di daerah pelosok, masyarakat yang primitif, dan terlepas masyarakat perkotaan tak jauh penuh dengan kendala.
Pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan adalah salah satu tugas pokok bagi penyuluh agama. Penunjang dari tugas tersebut adalah dengan pelaksanaan identifikasi potensi wilayah yang menjadi objek sasaran. Kegiatan identifikasi potensi wilayah akan melahirkan data yang akan dijadikan bahan acuan dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan selanjutnya, contoh dalam pembuatan rencana kerja operasional dan naskah materi bimbingan dan penyuluhan
Hasil IdentifikasI
Kecamatan Medan perjuangan menjadi objek sasaran Tugas bagi Penulis untuk melakukan kegiatan bimbingan dan penyuluhan secara tertulis namun tidak tertutup kemungkinan wilayah lain yang tercakup dalam masyarakat sumatera utara yang ada dalam lingkup Kota Medan sebagai sasaran bidikan penulis, mencoba membidik dari dua fokus sasaran, yaitu : Peningkatan ibadah dan efektifitas pendidikan agama melalui majelis taklim pengajian yang semuanya dalam bingkai Majelis Taklim ASSHOLUHUN.
Majelis Taklim ASSHOLUHUN .berada di wilayah Kelurahan Tegal Rejo kecamatan Medan perjuangan yang merupakan majelis pengajian yang ber kedudukan di Wilayah Republik Indonesia.
Analisis Potensi Wilayah Kelompok sasaran ini dimaksudkan sebagai pelaksanaan awal dan untuk mengetahui keadaan potensi yang ada dalam rangka mempersiapkan kegiatan selanjutnya yaitu untuk menyusun Rencana kerja Operasional(RKO).
Tabel I
Persentase Anggota Menurut Umur
No Umur (Tahun) Jumlah (Orang)
>-50 13
50-40 27
1 40-30 33
2 30-20 25
3 20-0 0
JUMLAH 98
Tabel II
Persentase Anggota Menurut Pendidikan
No Jenjang Jumlah (Orang)
1 Universitas 8
2 SMU 22
3 SMP 48
4 SD 22
5 Tidak Sekolah 0
JUMLAH 98
Tabel III
Persentase Anggota Menurut Pekerjaan
No Jenis Pekerjaan Jumlah (Orang)
1 Sekolah 0
2 Karyawan Swasta 30
3 Karyawan Negeri 28
4 Pengangguran 40
5 Lainnya 20
JUMLAH 98
Tabel IV
Persentase Anggota Menurut Kesejahteraan Ekonomi
No Tingkat Jumlah (Orang)
1 Atas 20
2 Menengah 28
3 Bawah 50
JUMLAH 164
Penutup
Berdasarkan analisis Identifikasi Kelompok sasaran diatas, bahwa tingkat umur Anggota MT ASSHOLUHUN adalah usia Dewasa yang sudah matang. Sedangkan menurut pendidikan berada pada wilayah masyarakat berpendidikan rendah, sedangkan pekerjaan masih terdapat anggota yang menggantungkan hidupnya pada suami sehingga membutuhkan sentuhan berupa keterampilan usaha atau UKM rumah tangga, selanjutnya menurut tingkat kesejahteraan berada pada posisi tingkat ekonomi menengah kebawah meskipun terdapat sebagain yang memiliki orangtua yang memiliki tingkat ekonomi yang lumayan.
Dari hasil evaluasi ini, menurut hemat kami materi yang cocok dalam penyampaian bimbingan dan penyuluhan kepada mjelis Taklim ASSHOLUHUN adalah tentang fiqh ibadah, keluarga sakinah, Ekonomi pembanguan dan kreatif, pengelolaan keuangan dan tema-tema lain yang berkaitan dengan etika kehidupan masyarakat indonesia timur di masa kini.
Demikianlah analisi data potensi wilayah dan kelompok sasaran ini dimaksudkan sebagai tolak ukur dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai penyuluh Agama islam dalam melaksanakan tugas Bimbingan dan penyuluhan.
Medan, Fenruari 2020
Penyuluh Agama Islam
M. ABDULLAH AMIN HASIBUAN, MA
NIP. 19811130 200910 1 004
Langganan:
Komentar (Atom)



