Sabtu, 31 Mei 2025
Ekspresi saat manortor endeng endeng
Ekspresi Seni budaya endeng endeng di Labuhanbatu Raya.
oleh
Dr. HM. Abdullah Amin Hasibuan,SHI, MA
========================
Pendahuluan
===========
Ekspresi adalah ungkapan atau pernyataan perasaan, pikiran, atau maksud seseorang. Ini bisa berupa mimik wajah, bahasa tubuh, suara, maupun kata-kata. Ekspresi membantu dalam komunikasi dan memahami orang lain, lebih singkatnya Ekspresi merupakan proses menyampaikan sesuatu, baik itu perasaan, pikiran, atau maksud kepada orang lain.
Seni Budaya ialah sebuah konsep yang mengacu pada ekspresi seni yang mencerminkan kebudayaan suatu masyarakat atau kelompok. Seni budaya mencakup berbagai bentuk seni seperti seni rupa, seni musik, seni tari, seni sastra, kerajinan tangan, dan berbagai ritual atau praktik budaya yang mengandung unsur estetis.
Endeng-endeng adalah merujuk pada tarian tradisional yang berasal dari Tapanuli Selatan atau Mandailing, Sumatera Utara. Tarian ini merupakan perpaduan antara Seni Berdah (dari etnis Melayu) dengan Tor-tor Onang-onang (dari Tapanuli Selatan). Endeng-endeng berfungsi sebagai tari hiburan dan sarana untuk mengungkapkan kegembiraan dalam pergaulan.
Tarian ini sering ditampilkan setelah acara kenduri atau mengupah-upah (memberi nasehat). Gerakan yang dilakukan oleh semua pihak dalam tarian ini sama, yaitu gerakan telapak tangan membuka dan menutup serta menggenggam.
Ekspresi Saat Manortor
====================
Secara umum ekspresi saat manortor endeng endeng adalah Sukacita atau Bahagia yang disajikan saat walimah. Namun ekspresi Rasa sukacita atau kebahagiaan memunculkan Luapan emosi hati atau perasaan sebagai berikut;
A. Gembira
Gembira saat manortor disebabkan suasana sukacita bisa membantu atau paling tidak menghadiri undangan walimah saudaranya yang berhajat. Atau sekedar meluapkan ekspresi kesenangan terhadap budaya manortor bahkan terhadap musik maupun seni yang sedang dimainkan oleh parborda.
B. Sedih
Sukacita ekspresi nya sedih ko bisa?. sebab perjuangan dan perjalanan hidup yang di rasakan muncul saat menortor sehingga memperoleh keberhasilan. Biasanya juga akan dipengaruhi oleh syair yang dinyanyikan yang mampu menyentuh hati saat manari tor tor seiring dengan pukulan gendang dan musik yang mendayu dayu.
C. Melayang
Melayang adalah ekspresi luapan emosi sebab hati dan perasaan yang terhanyut oleh indahnya syair yang sedang di nyanyikan yang membuat pikiran menjadi terbawa suasana seiring suara gendang dan musik yang padu dengan langkah, rentak dan tarian.
D. Terngiang/teringat
Terngiang ialah suasana hati yang terbawa melayang sehingga mengingat segala kejadian yang kita rasakan sebelumnya selama bergaul dengan yang berhajat atau orang yang menjadi teman kita menari (Berdansa) Luapan emosi akan muncul seiring rentak musik dan gendang juga syair yang mengingatkan kita pada pengorbanan, perjuangan, perbuatan dan kondisi kehidupan bahkan pergaulan. Saat melayang hati lemah, tubuh tidak kuat dengan perasaan dan hati yang kosong saat itulah sering menangis bahkan pingsan bisa kesurupan.
Penutup
========
Pada prinsipnya endeng endeng ini harus dilestarikan sebagai budaya meski sudah bercampur aduk. Namun tetap harus disesuaikan dengan norma yang berlaku baik Islam, adat maupun budaya serta disarankan tidak boleh berlebihan.
Endeng endeng Labuhanbatu Raya antara Budaya dan Islam
seni endeng endeng Labuhanbatu Raya
(Antara Tradisi budaya Batak dan islam)
oleh
Dr. HM. Abdullah Amin Hasibuan, SHI, MA
-=====================
Sejak kecil sebagai anak labuhanbatu raya tradisi musik seperti ini sudah ada tapi biasanya selalu di iringi dengan bordah yang di dalamnya ada zikir, Lalal hawa , fasarepe, onang onang baru terakhir endeng2. Zikir lalal hawa sejak dahulu memang kurang di minati masyarakat sehingga cenderung masyarakat lebih suka dengan endeng endeng ini. Jika kita lihat keragaman masyarakat labuhanbatu raya adalah etnis nya secara spesifik adalah Batak melayu jawa yang sudah beragama islam. Sehingga Masing-masing dipadukan dalam tradisi yang biasa dilakukan. Tidak diatur ini secara spesifik hanya mengikuti jaman. Makanya kadang di endeng endeng bermacam lagu, mulai dari lagu masyarakat berbahasa Mandailing, toba melayu bahkan Jawa india juga ada. Menurut permintaan atau yang bisa dinyayikan oleh par bordanya.
Jika kita menilai memang kurang pas. Tapi itu terjadi sebab manusia nya yang meminta seperti itu. Padahal pada prinsipnya lagu syair yang dinyanyikan adalah doa, nasehat maupun harapan.
Ada istilah " Palalu Tagas" Sesuatu yang terpendam bisa di luaskan di endeng endeng ini makanya reaksinya berbeda beda bisa sedih, bisa gembira, bahkan bisa kesurupan. Tergantung manusia yang sedang manortor endeng endeng ini. Ekspresi kehidupan pribadi seseorang akan kelihatan saat dia manortor endeng kepada orang yang sedang berpesta. Intinya ia bahagia, tapi ekspresi nya bisa sedih, gembira bahkan kesurupan. Menurut bagaimana kehidupan hubungan pribadi mereka sehari hari.
Langganan:
Komentar (Atom)



