PENGORBANAN DALAM DAKWAH
Islam
adalah agama da’wah, yaitu yang menugaskan umatnya untuk menyebarkan dan
menyiarkan islam kepada seluruh ummat manusia, sehingga rahmat bagi seluruh
alam. Islam dapat menjamin terujudnya kebahagian dan kesejahteraan umat
manusia, bila mana ajaran islam itu disajikan sebagai aspek kehidupan dan
dijadikan sebagai pedoman hidup dan dilaksanakan sungguh-sungguh oleh ummat
islam.
Usaha untuk menyebarluaskan islam
begitu pula untuk merealisir ajarannya ditengah-tengah kehidupan ummat manusia
adalah merupakan usaha da’wah yang dalam keadaan bagaimanapun dan dimanapun
harus dilaksanakan o0leh ummat manusia.
Penyelenggaraan
usaha da’wah islam, terutama dimasa depan akan semakin bertambah berat. Hal ini
disebabkan karena masalah-masalah yang dihadapi oleh para penda’wah islam,
semakin berkembangnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah banyak
membawa perubahan bagi masyarakat baik dalam cara berpikir, sikap dan tingkah
laku masyarakat.
Kecintaan, keimanan dan ketakwaannya
kepada Alloh dan Rasunya serta rasa syukur dan sabar pun perlahan-lahan mulai
berkurang. Dengan kondisi yang demikian,maka tidaklah mengherankan apabila
masyarakat modern saat ini mengalami multi krisis, terutama krisis
moral dan akhlak, serta
krisis spritual yang semakin meningkat,juga dalam tatanan kehidupan
masyarakat terjadi
pergeseran nilai-nilai norma dan budaya, pola hidup individualisme dan
materialisme.
Semakin menipisnya rasa
kebersamaan,hilangnya rasa persaudaraan dan kepekaan sosial terhadap sesama
adalah sebagian fenomena yang mewarnai kehidupan masyarakat modern.
Untuk menghadapi masalah da’wah yang
semakin beratdan meningkat itu para penda’wah atau penyuluh aqgama islam tidak
mungkin dapat dilakukan hanya sambil lalu saja tetapi harus diselenggarakan
oleh para penyuluh agama islam secara bekerja sama dalam kesatuan- kesatuan
yang diatur rapi, dengan terlebih dulu dipersiapkan dan direncanakan
semasak-masaknya serta mempergunakan sistem yang efektif dan effisien.
Dengan kata lain bahwa dalam
menghadapimasyarakat obyek untuk
rofesida’wah atau penyuluhan yang beraneka ragam dan mempunyai masalah yang
sangat kompleks, seorang penyuluh agama dituntut untuk profesional dibidang
penyuluhan.
Pada intinya secara umum masyarakat
modren, digambarkan sebagai manusia yang mulai kehilangan nilai Ilahiah dalam
kehidupannya, dan untuk mengembalikan nilai Ilahiah tersebut maka para
penda’wah atau penyuluh yang berperan dan berusaha untuk mengembalikan
kepercayaannya kepada Allah dan Rasulnya.
Dalam
melaksanakan bimbingan penyuluhan dan keagamaan adalah untuk memberikan
perubahan terhadap masyarakat agar menjadi lebih baik dalam kehidupannya. Dengan
tujuan untuk mewujudkan manusia yang berimandan bertakwa kepada Allah untuk
mencapai kebahagian dunia dan akhirat.
Sehubungan
dengan hal tersebut penyuluh agama memberikan materi penyuluhan harus
berdasarkan Alqur’an dan Al Hadits sebagai dasar dan landasan hukumnya. Adapun
untu mendapatkan kesuksesan yang dicita-citakan seseorang tidak akan lepas dari
penorbanan baik harta maupun tenaga bahkan jiwa raga sekalipun.
Banyak
orang yang mengurbankan hartanya untuk mendapatkan apa yang
dicita-citakannya,tidak sedikit pula orang mengorbankan tenaganya untuk
memperoleh uang dan harta yang dicarinya.Begitu pula pahlawan kemerdekaan
bangsa indonesia dengan rela mengorbankanharta,tenaga bahkan jiwa raga untuk
kemerdekaan negara dan bangsanya.
Berapa banyak orang yang gugur untuk
memperjuangkan tegaknya agama islam,tiada lain karena mereka memiliki jiwa raga
berkurban.Dari sinilah kita dapat mengambil hikmah bahwa seorang penyuluh agama
islam mempunyai sipat-sipat rela berkorban dari masyarakat, bangsa dan
negaranya.Seperti yang dilakukan pada jaman Rasulullah saw. Ketika beliaute
gakkan
agama islam dengan penuh kegigihan dan pengorbanan yaitu peristiwa Thoib beliau
menyebarkan agama islam disambut dengan sikap yang sangat kejam dan tidak punya
prikemanusiaan dimana kedatangan beliau disambut dengan lemparan batu sampai
gigi beliau patah dan berdarah.
Hal inilah yang membuat penyuluh agama
islam menjadi terpanggil hati dan jiwa raganya untuk terjun kemasyarat demi
memperbaiki dan mengubah sipat yang tidak baik menjadi baik dan membangun tata
krama yang baik demi untuk mengembalikan
ketaubatan dan ketakwaannya kepada Allah dan Rasulnya.
PENUTUP
Proses
da’wah atau penyuluh agama islam, yang aktivitasnya meliputi segenap
kehidupan serta sangat komplek. Persoalan-persoalan
yang dihadapinya, akan dapat berjalan secara efektif dan effisien. Apabila dalam
penyelenggaraannya senantiasa memberikan infor masi dan bimbingan dengan
objektif, yang berdasarkan alqur’an dan hadits.
Demikianlah,
mudah-mudahan tulisan ini merupakan sumbangan yang berharga,terutama dalam
rangka intensifikasi penyelenggaraan da’wah atau penyuluhan terhadap agama
islam dewasa ini dan dinegeri tercinta ini. Amin.
Penulis
M. ABDULLAH AMIN HSB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar