Selasa, 30 Desember 2014

CONTOH NASKAH BP


PENGORBANAN DALAM DAKWAH
Islam adalah agama da’wah, yaitu yang menugaskan umatnya untuk menyebarkan dan menyiarkan islam kepada seluruh ummat manusia, sehingga rahmat bagi seluruh alam. Islam dapat menjamin terujudnya kebahagian dan kesejahteraan umat manusia, bila mana ajaran islam itu disajikan sebagai aspek kehidupan dan dijadikan sebagai pedoman hidup dan dilaksanakan sungguh-sungguh oleh ummat islam.
        Usaha untuk menyebarluaskan islam begitu pula untuk merealisir ajarannya ditengah-tengah kehidupan ummat manusia adalah merupakan usaha da’wah yang dalam keadaan bagaimanapun dan dimanapun harus dilaksanakan o0leh ummat manusia.
Penyelenggaraan usaha da’wah islam, terutama dimasa depan akan semakin bertambah berat. Hal ini disebabkan karena masalah-masalah yang dihadapi oleh para penda’wah islam, semakin berkembangnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah banyak membawa perubahan bagi masyarakat baik dalam cara berpikir, sikap dan tingkah laku masyarakat.
       Kecintaan, keimanan dan ketakwaannya kepada Alloh dan Rasunya serta rasa syukur dan sabar pun perlahan-lahan mulai berkurang. Dengan kondisi yang demikian,maka tidaklah mengherankan apabila masyarakat modern saat ini mengalami multi krisis, terutama krisis
moral dan akhlak, serta krisis spritual yang semakin meningkat,juga dalam tatanan kehidupan
masyarakat terjadi pergeseran nilai-nilai norma dan budaya, pola hidup individualisme dan materialisme.
Semakin menipisnya rasa kebersamaan,hilangnya rasa persaudaraan dan kepekaan sosial terhadap sesama adalah sebagian fenomena yang mewarnai kehidupan masyarakat modern.
       Untuk menghadapi masalah da’wah yang semakin beratdan meningkat itu para penda’wah atau penyuluh aqgama islam tidak mungkin dapat dilakukan hanya sambil lalu saja tetapi harus diselenggarakan oleh para penyuluh agama islam secara bekerja sama dalam kesatuan- kesatuan yang diatur rapi, dengan terlebih dulu dipersiapkan dan direncanakan semasak-masaknya serta mempergunakan sistem yang efektif dan effisien.
      Dengan kata lain bahwa dalam menghadapimasyarakat obyek  untuk rofesida’wah atau penyuluhan yang beraneka ragam dan mempunyai masalah yang sangat kompleks, seorang penyuluh agama dituntut untuk profesional dibidang penyuluhan.
      Pada intinya secara umum masyarakat modren, digambarkan sebagai manusia yang mulai kehilangan nilai Ilahiah dalam kehidupannya, dan untuk mengembalikan nilai Ilahiah tersebut maka para penda’wah atau penyuluh yang berperan dan berusaha untuk mengembalikan kepercayaannya kepada Allah dan Rasulnya.
Dalam melaksanakan bimbingan penyuluhan dan keagamaan adalah untuk memberikan perubahan terhadap masyarakat agar menjadi lebih baik dalam kehidupannya. Dengan tujuan untuk mewujudkan manusia yang berimandan bertakwa kepada Allah untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat.
Sehubungan dengan hal tersebut penyuluh agama memberikan materi penyuluhan harus berdasarkan Alqur’an dan Al Hadits sebagai dasar dan landasan hukumnya. Adapun untu mendapatkan kesuksesan yang dicita-citakan seseorang tidak akan lepas dari penorbanan baik harta maupun tenaga bahkan jiwa raga sekalipun.
Banyak orang yang mengurbankan hartanya untuk mendapatkan apa yang dicita-citakannya,tidak sedikit pula orang mengorbankan tenaganya untuk memperoleh uang dan harta yang dicarinya.Begitu pula pahlawan kemerdekaan bangsa indonesia dengan rela mengorbankanharta,tenaga bahkan jiwa raga untuk kemerdekaan negara dan bangsanya.
           Berapa banyak orang yang gugur untuk memperjuangkan tegaknya agama islam,tiada lain karena mereka memiliki jiwa raga berkurban.Dari sinilah kita dapat mengambil hikmah bahwa seorang penyuluh agama islam mempunyai sipat-sipat rela berkorban dari masyarakat, bangsa dan negaranya.Seperti yang dilakukan pada jaman Rasulullah saw. Ketika beliaute
  gakkan agama islam dengan penuh kegigihan dan pengorbanan yaitu peristiwa Thoib beliau menyebarkan agama islam disambut dengan sikap yang sangat kejam dan tidak punya prikemanusiaan dimana kedatangan beliau disambut dengan lemparan batu sampai gigi beliau patah dan berdarah.
         Hal inilah yang membuat penyuluh agama islam menjadi terpanggil hati dan jiwa raganya untuk terjun kemasyarat demi memperbaiki dan mengubah sipat yang tidak baik menjadi baik dan membangun tata krama yang  baik demi untuk mengembalikan ketaubatan dan ketakwaannya kepada Allah dan Rasulnya.


PENUTUP
Proses da’wah atau penyuluh agama islam, yang aktivitasnya meliputi segenap kehidupan  serta sangat komplek. Persoalan-persoalan yang dihadapinya, akan dapat berjalan secara efektif dan effisien. Apabila dalam penyelenggaraannya senantiasa memberikan infor masi dan bimbingan dengan objektif, yang berdasarkan alqur’an dan hadits.
Demikianlah, mudah-mudahan tulisan ini merupakan sumbangan yang berharga,terutama dalam rangka intensifikasi penyelenggaraan da’wah atau penyuluhan terhadap agama islam dewasa ini dan dinegeri tercinta ini. Amin.
Penulis
M. ABDULLAH AMIN HSB


           
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar