Minggu, 29 Juni 2014

PERAN TETANGGA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT

PERAN TETANGGA DALAM KEHIDUPAN
 BERMASYARAKAT

A.            Pengertian tetangga
Kata “tetangga” menurut Poewadarminta dalam kamus umum bahasa Indonesia Jakarta, Bali pustaka, (1984) h.1065. adalah, “ Orang setangga; orang (rumah) yang berdekatan atau sebelah menyebelah”.
Tetangga menurut Hamzah Ya’cub adalah”keluarga yang berdekatan dengan rumah kita yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam akhlak.
Lebih lanjut, Abu bakar muhammamad berpendapat bahwa,”tetangga menurut ajaran agama islam bukan hanya orang yang berdampingan rumah dengan kita atau yang berada disamping kiri atau kanan serta muka atau belakang rumah kita; tetapi, yang termasuk tetangga itu meliputi empat puluh rumah disamping kiri kanan rumah, dimuka dan dibelakang rumah”.
Rosululloh bersabda:
Artinnya: Tetangga itu tiga, yaitu: Tetangga yang punya satu hak, tetangga yang mempunyai dua hak, dan tetangga yang memounyai tiga hak. Tetangga yang mempunyai tiga hak  yaitu hak tetangga muslim yang ikatan kerabat maka baginya hak bertetangga, hak islam dan hak kerabat. Adapun tetangga yang mempunyai dua hak yaitu, tetangga muslim, baginya hak bertetangga dan hak islam. Adapun tetangga yang mempunyai hak yaitu: Tetangga musrik (bukan muslim), setiap individu manusia tidak dapat menjauhkan diri dari kehidupan bertetangga, sebab, memisahkan diri dari tetangga berarti mengasingkan diri dari lingkungan masyarakat.
Kewajiban beretika terhadap sesama tetangga, sama pentingnya dengan kewajiban lain seperti, ibadah, bahkan dapat menentukan diterima atau tidaknya ibadah seseorang, oleh karena itu, ketentraman seseorang dalam hidup bertetangga atau bermasyarakat dapat diperoleh melalui tetangga yanng baik.
Islam pernah membuat sesuatu ketentuan, agar setiap orang memuliakan tetangganya, tidak mengganggu dan menyusahkannya.
Orang yang tinggal dirantau jauh dari sanak saudara, bila sesuatu musibah yang menimpah dirinya maupun keluarganya, tidak ada seorangpun yang dapat cepat menolongnya kecuali tetangganya.
Tetangga bukan hanya pertalian darah atau sesama kaum muslimin, tetapi mungkin juga berlainan agama dan kepercayaan. Oleh karena itu islam memberi ketentraman agar umatnya tetap semangat, tasamuh, atau toleransi terhadap tetangga yang non muslim. Islam mengajarkan agar antara tetangga dibangun “jembatan emas” berupa silaturahmi, marhabah, dan mawaddah.
Islam telah membuat suatu ketentuan bahwa orang harus memuliakan tetangganya, tidak mengganggu, lebih- lebih menyusahkan mereka. Islam menekankan tentang pentingnya menunjukkan etika yang baik dan terpuji dalam hidup bertetangga. Karena tetangga yang baik merupakan satu diri daripada kesempurnaan iman seseorang. Rasululloh SAW bersabda
Artinya berbuat baiklah pada tetanggamu karena itu kesempurnaan iman.

B.      Peran tetangga dalam masyarakat
Mempunya peran dan fungsi yang sangat besar. Terutama dalam rangka merealisasikan tugas sebagai pelaksana amanat tersebut, baik amanat Allah SWT, ataupun amanat sesama manusia, sebab eratnya pergaulan karena adanya amanat atau kepercayaan. Maka amanat dan kepercayaan tersebut merupakan tugas yang suci, yang telah dibeberkan kepada manusia pertama hinggsaa akhir jaman, yang sekaligus manusia itu dianugrahi kekuasaan untuk mengatur dan membangun bumi dalam berbagai segi kehidupan.
Maka dengan demikian tidak boleh untuk menghina dan menyakiti sesama manusia, baik dengan tindakan atau perkataan maupun dengan pandangan atau sikap angkuh dan sombong.
Islam mengajarkan dan menganjurkan agar bersikap sopan dalam perkataan dan santun dalam perbuatan, bersikap yang terpuji. Itulah islam menekankan pentingnya menunjukkan etika atau ahlak yang baik terhadap tetangga, sebab tetangga yang baik merupakan salah satu ciri rasa kesatuan, dan persatuan umat yang penuh cinta kasih dan rahmat terhadap sesamaya.
Dari uraian tersebut diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa setiap individu bagian dari masyarakat.
Masyarakat adalah kesatuan dalam lingkungan desa atau kelurahan tempat dimana kita berdomisili, sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan bantuan dan pertolongan antar satu sama lainnya. Karena pentingnnya menjaga kerukunan hidup bertetangga yang sejiwa dengan pentingnya hubungan kita kepada al kholik Allah SWT.
Dengan senantiasa menjaga hubungan yang  penuh marhamah dan menjaga perasaan tetangga dari perbuatan yang menyebabkan sakitnya hati tetangga, hal tersebut tentunya untuk menjaga keserasian, dan keselarasan, dankeseimbangan dalam peraktek hidup bertetangga menuju masyarakat tertib aman dan sejahtera.

C.           Penutup
Dalam pergaulan antara tetangga hendaknya mengikuti dan melaksanakan aturan-aturan Al-Qur’an. Aturan yang dimaksud adalah etika, yang merupakan ikatan untuk menegakkan yang hak dan melenyapkan yang batil di dalam masyarakat.
Masyarakat dalam bertetangga dituntut untuk melaksanakan perinta-perintah-Nya dan menjauhkan larangan-larangan-Nya, yakni dengan saling mengokohkan dan menguatkan sehingga terbentuk benteng yang kokoh dan mampu mengusir gangguan yang salah, dengan terus membangun rasa kasih dan saying. Selalu menjaga perasaan tetangga demi untuk mewujudkan keselarasan, keseimbangan dalam praktek hidup bertetangga menuju masyarakat tertib, aman dan sejahtera.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar