Sabtu, 31 Mei 2025

Endeng endeng Labuhanbatu Raya antara Budaya dan Islam

seni endeng endeng Labuhanbatu Raya (Antara Tradisi budaya Batak dan islam) oleh Dr. HM. Abdullah Amin Hasibuan, SHI, MA -===================== Sejak kecil sebagai anak labuhanbatu raya tradisi musik seperti ini sudah ada tapi biasanya selalu di iringi dengan bordah yang di dalamnya ada zikir, Lalal hawa , fasarepe, onang onang baru terakhir endeng2. Zikir lalal hawa sejak dahulu memang kurang di minati masyarakat sehingga cenderung masyarakat lebih suka dengan endeng endeng ini. Jika kita lihat keragaman masyarakat labuhanbatu raya adalah etnis nya secara spesifik adalah Batak melayu jawa yang sudah beragama islam. Sehingga Masing-masing dipadukan dalam tradisi yang biasa dilakukan. Tidak diatur ini secara spesifik hanya mengikuti jaman. Makanya kadang di endeng endeng bermacam lagu, mulai dari lagu masyarakat berbahasa Mandailing, toba melayu bahkan Jawa india juga ada. Menurut permintaan atau yang bisa dinyayikan oleh par bordanya. Jika kita menilai memang kurang pas. Tapi itu terjadi sebab manusia nya yang meminta seperti itu. Padahal pada prinsipnya lagu syair yang dinyanyikan adalah doa, nasehat maupun harapan. Ada istilah " Palalu Tagas" Sesuatu yang terpendam bisa di luaskan di endeng endeng ini makanya reaksinya berbeda beda bisa sedih, bisa gembira, bahkan bisa kesurupan. Tergantung manusia yang sedang manortor endeng endeng ini. Ekspresi kehidupan pribadi seseorang akan kelihatan saat dia manortor endeng kepada orang yang sedang berpesta. Intinya ia bahagia, tapi ekspresi nya bisa sedih, gembira bahkan kesurupan. Menurut bagaimana kehidupan hubungan pribadi mereka sehari hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar