Kamis, 05 Desember 2024
IKS PWM
IDENTIFIKASI KELOMPOK SASARAN (IKS)
TENTANG
PENGENALAN MAJELIS TAKLIM PERWIRITAN WIRIT MARHABAN
KEL. TEGAL REJO, KEC. MEDAN PERJUANGAN, MEDAM
NAMA PEMBINA : 1. CAMAT MEDAN PERJUANGAN
2. KA. KUA KECAMATAN M.PERJUANGAN
3. LURAH TEGAL REJO
4. DRS. AMRIN SIREGAR
5. DRS. SAMIN PANE
6. PENYULUH AGAMA ISLAM
ALAMAT : JL. MADIO UTOMO GG. KADI NO. 3
NAMA KETUA : HJ. NENG SALMINA SAPUTRA
Jumlah Anggota : 125 0RANG
Kebiasaan Hadir : 50 ORANG
Tahun Berdiri : 1994
Jadwal Pengajian : SETIAP HARI JUM’AT
Penceramah Tetap : 1. DRS. SAMIN PANE
2. DRS. AMRIN SIREGAR
Pendahuluan
Penyuluh Agama adalah salah satu jabatan fungsional dalam rumpun keagamaan. Hal ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang rumpun jabatan fungsional pegawai negeri sipil yang antara lain menetapkan bahwa penyuluh agama adalah jabatan fungsional pegawai negeri yang termasuk dalam rumpun jabatan keagamaan.
Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Koodinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor :54/KEP/MK.WASPAN/9/1999 Tanggal 30 September 1999 Tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Agama dan Angka kreditnya, pasal 4, yaitu tugas pokok Penyuluh agama adalah ; “Melakukan dan mengembangkan kegiatan bimbingan atau penyuluhan agama dan pembangunan melalui bahasa agama”.
Penyuluh Agama sebagai ujung tombak pelaksanaan Bimbingan atau Penyuluhan pada masyarakat di bidang keagaman, memiliki peran yang sangat strategis dalam mewujudkan pendidikan pada masyarakat melalui bahasa agama. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya tersebut, Penyuluh Agama banyak menghadapi kendala atau permasalahan, terutama mereka yang bertugas di daerah pelosok, masyarakat yang primitif, dan terlepas masyarakat perkotaan tak jauh penuh dengan kendala.
Pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan adalah salah satu tugas pokok bagi penyuluh agama. Penunjang dari tugas tersebut adalah dengan pelaksanaan identifikasi potensi wilayah yang menjadi objek sasaran. Kegiatan identifikasi potensi wilayah akan melahirkan data yang akan dijadikan bahan acuan dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan selanjutnya, contoh dalam pembuatan rencana kerja operasional dan naskah materi bimbingan dan penyuluhan
Hasil IdentifikasI
Kecamatan Medan perjuangan menjadi objek sasaran Tugas bagi Penulis untuk melakukan kegiatan bimbingan dan penyuluhan secara tertulis namun tidak tertutup kemungkinan wilayah lain yang tercakup dalam masyarakat sumatera utara yang ada dalam lingkup Kota Medan sebagai sasaran bidikan penulis, mencoba membidik dari dua fokus sasaran, yaitu : Peningkatan ibadah dan efektifitas pendidikan agama melalui majelis taklim pengajian yang semuanya dalam bingkai Majelis Taklim PENGAJIAN WIRIT MARHABAN.
Majelis Taklim PENGAJIAN WIRIT MARHABAN .berada di wilayah Kelurahan Tegal Rejo kecamatan Medan perjuangan yang merupakan majelis pengajian yang ber kedudukan di Wilayah Republik Indonesia.
Analisis Potensi Wilayah Kelompok sasaran ini dimaksudkan sebagai pelaksanaan awal dan untuk mengetahui keadaan potensi yang ada dalam rangka mempersiapkan kegiatan selanjutnya yaitu untuk menyusun Rencana kerja Operasional(RKO).
Tabel I
Persentase Anggota Menurut Umur
No Umur (Tahun) Jumlah (Orang)
>-50 35
50-40 45
1 40-30 35
2 30-20 20
3 20-0 10
JUMLAH 125
Tabel II
Persentase Anggota Menurut Pendidikan
No Jenjang Jumlah (Orang)
1 Universitas 0
2 SMU 85
3 SMP 25
4 SD 15
5 Tidak Sekolah 0
JUMLAH 125
Tabel III
Persentase Anggota Menurut Pekerjaan
No Jenis Pekerjaan Jumlah (Orang)
1 Sekolah 0
2 Karyawan Swasta 65
3 Karyawan Negeri 15
4 Pengangguran 30
5 Lainnya 5
JUMLAH 125
Tabel IV
Persentase Anggota Menurut Kesejahteraan Ekonomi
No Tingkat Jumlah (Orang)
1 Atas 50
2 Menengah 65
3 Bawah 10
JUMLAH 125
Penutup
Berdasarkan analisis Identifikasi Kelompok sasaran diatas, bahwa tingkat umur Anggota MT Pengajian Wirit Marhaban adalah usia Dewasa yang sudah matang. Sedangkan menurut pendidikan berada pada wilayah masyarakat berpendidikan rendah, sedangkan pekerjaan masih terdapat anggota yang menggantungkan hidupnya pada suami sehingga membutuhkan sentuhan berupa keterampilan usaha atau UKM rumah tangga, selanjutnya menurut tingkat kesejahteraan berada pada posisi tingkat ekonomi menengah kebawah meskipun terdapat sebagain yang memiliki orangtua yang memiliki tingkat ekonomi yang lumayan.
Dari hasil evaluasi ini, menurut hemat kami materi yang cocok dalam penyampaian bimbingan dan penyuluhan kepada mjelis Taklim Pengajian Wirit Marhaban adalah tentang fiqh ibadah, keluarga sakinah, Ekonomi pembanguan dan kreatif, pengelolaan keuangan dan tema-tema lain yang berkaitan dengan etika kehidupan masyarakat indonesia timur di masa kini.
Demikianlah analisi data potensi wilayah dan kelompok sasaran ini dimaksudkan sebagai tolak ukur dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai penyuluh Agama islam dalam melaksanakan tugas Bimbingan dan penyuluhan.
Medan, juli 2024
Penyuluh Agama Islam
Dr. HM. ABDULLAH AMIN HASIBUAN, MA
NIP. 19811130 200910 1 004
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar